Gatra Ekonomi

by | Jun 19, 2020 | Artikel | 0 comments

Oleh :

Prof. Dr. Laurence A Manullang

Jakarta, 20 Maret 2020

Ketua Dewan Pembina Institut Bisnis Ekonomi dan Keuangan

Ketua Dewan Pembina Persatuan Guru Besar (Professor) Indonesia

Ketua Dewan Mangaraja Lembaga Adat Budaya Batak Bidang SDM dan Pendidikan

Key Result Area

Ada pelemahan ekonomi global yang kemudian berimbas masuk ke perekonomian nasional, baik melalui perdagangan, barang dan jasa, melalui jalur arus modal termasuk dana dari sisi psikologis dan sentimen.

Tahun 2019 ekonomi global diperkirakan tumbuh 3,2 % ini jauh lebih rendah dari yang diperkirakan 3,9 % sebelumnya, dan bahkan lebih berat lagi perdagangan internasional hanya tumbuh 1,5 %

Dampaknya pada pertumbuhan ekonomi Indonesia akan turun down to 4,9 % disamping melemahnya pertumbuhan ekonomi global juga karena dampak menyebarya Virus Corona yang sementara beberapa pengamat memprediksi bahwa Jokowi akan rontok dalam kurun waktu 9 bulan apabila kondisi ekonomi khususnya dalam pertumbuhan ekonomi ini tidak dapat dinaikkan.

Walaupun analisa pengamat itu tidak masuk akal mengingat fundamental ekonomi Indonesia cukup tangguh namun perlu diwaspadai semua constraints yang menghambat pertumbuhan ekonomi itu diidentifikasi dan diadakan corrective action dengan cepat.

Lockdown yang diembus oleh beberapa figure untuk dilaksanakan oleh Pemerintah adalah suatu tindakan halus untuk memancing kekisruhan sosial yang mereka yakini dapat menjatuhkan Presiden Jokowi, namun secara tajam Jokowi menerapkan self distancing saja yang nampak make sense diperlakukan di Indonesia selama ancaman Virus Corona belum bisa dijinakkan.

Performance Jokowi nampaknya telah menempati outstanding melebihi dari performance Presiden manapun di dunia khususnya dikarenakan proyeknya dalam membangun infrastruktur yang bertujuan membangun konektivitas antar pulau, kota.kabupaten dengan desa dalam rangka meningkatkan mobilisasi warga sebagai pelaku ekonomi dan membangun konektipitas secara nasional.

Ide memindahkan Ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan dianggap sangat brillian walaupun dengan biaya fantastik Rp 460 trilliun namun menempatkan ibu kota di pertengahan negara kepulauan ini adalah meningkatkan aksesitas dari barat ke timur dan dari Utara ke Selatan sehingga kebijakan nasional dapat diambil memang benar sesuai dengan kebutuhan nasional.

Juga pembangunan tanggul raksasa untuk mencegah DKI Jakarta tenggelam akibat permukaan daratannya pada tahun 2030 diprediksi lebih rendah dari laut masuk dalam pembangunan Proyek Strategis Nasional

The leader is measured by dedication and performance, maka dari sudut management dan leadership sepantasnyalah kalau nama ibu kota itu nanti dinamai Daerah Khusus Ibu Kota Jokowidodo Metropolitan

SINOPSIS

DAMPAK WABAH CORONA KE PEREKONOMIAN INDONESIA

Paling terasa adalah di kuartal I -2020

Bank Indonesia terus melakukan  penilaian dan evaluasi terhadap perkembangan wabah virus Covid-19 atau corona, serta dampak pada perekonomian global maupun Indonesia dimana wabah itu akan sangat terasa ke perekonomian Indonesia sepanjang bulan Februari dan Maret atau sepanjang kuartal I-2020

Hasil assessment  BI dampak yang ditimbulkan akan berpola V-Shape yaitu mengalami penurunan signifikan pada kuartal I-2020, namun akan pulih secara berangsur-angsur selama enam bulan ke depan. Artinya dampak secara keseluruhan masih akan terasa selama 6 bulan.

Di sektor Pariwisata, dengan skenario penutupan penerbangan dari dan ke China selama dua bulan dan penurunan wisatawan mancanegara (wisman) China maupun negara lainnya selama enam bulan, BI memperkirakan pengaruhnya terhadap penurunan devisa pariwisata mencapai kurang lebih US 1,3 miliar.

Kalau nanti penerbangan kembali dibuka, akan kembali naik tapi pasti tidak langsung berbondong-bondong. Akan kembali normal lagi dengan enam bulan demikian proyeksinya BI.

Sementara di sektor perdagangan internasional gangguan logistik dan distribusi dalam proses ekspor dan impor akan berpengaruh mengurangi devisa masing-masing sebesar USD 300 juta dan US 700 000.

Para pengusaha importir, mereka melaporkan adanya gangguan distribusi logistik. Tapi mereka masih mempunyai stok sehingga masih tetap bisa melakukan produksi dan memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Disisi investasi.BI juga memperhitungkan potensi terjadinya penundaan realisasi investasi khususnya dari China sebesar kurang lebih USD 400 juta Faktor inilah yang yang menyebabkan BI merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 jadi 4.9 %, dan assestment akan terus di update karena memang ketidak pastian masih sangat tinggi.

Namun dengan adanya bauran kebijakan moneter dan makro prudential yang akomodatif serta kebijakan fiskal pemerintah melalui percepatan (frontloading) belanja BI optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali naik pada kuartal III dan kuartal IV sesuai dengan pola V-Shape yang diproyesikan.

Stimulus-stimulus ini akan mendorong pertumbuhan sesuai dengan pola V-Shape pada triwulan ketiga dan keempat mencapai ke atas 5%. Itu juga kenapa BI menyampaikan pada tahun 2021 pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meningkat menjadi ke kisaran 5,2% – 5,6 % demikian Gubernur BI menjelaskan.

Pertumbuhan ekonomi sangat penting  karena pertumbuhan ekonomi itu mengurangi pengangguran, seperti contoh tahun 2017 pertambahan penduduk 3,25 juta pertumbuhan ekonomi 5.07 %. Tambahan penduduk bekerja per 1% pertumbuhan ekonomi dapat membuka lowongan kerja untuk 641 183, otomatis tingkat pengangguran berkurang, dan gejolak sosial juga berkurang secara otomatis.

Di tengah heboh dan paniknya masyarakat Indonesia soroti penyebaran virus corona, masalah issue Pemerintahan Jokowi diprediksi pengamat segera runtuh dan apabila tidak bisa ditingkatkan maka Jokowi akan tumbang dalam waktu 9 bulan kedepan demikian para pengamat memprediksi.

Prediksi ini tidak mempunyai landasan yang kuat  karena landasan ekonomi Indonesia sudah kuat di mana selama 5 tahun Presiden telah berhasil membangun infrastruktur massif yang membuka peluang bagi masyarakat meningkatkan mobilisasi dan meningkatkan konektipitas antar wilayah yang dianggap kuat menopang ekonomi nasional dan menang berkompetisi dengan negara negara lain. Jokowi ingin rakyat Indonesia merasakan hadirnya negara merasakan buah pembangunan dan merasa bangga menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berikut proyek infrastruktur yang sudah dibangun selama lima tahun pemerintahan Jokowi-JK: 3,793 km jalan Nusantara, 2 778 km jalan Perbatasan, 330 Unit Jembatan Gantung, 7 Pos Lintas Batas Negara, 18 Trayek Laut, 15 Bandara Baru, MRT dan LRT, 79 Infrastruktur olah raga, 65 bendungan

MENGUKUR ANCAMAN EKONOMI DARI LOCKDOWN VIRUS CORONA

Indonesia tidak ingin seperti Italia dan Iran yang telat mengantisipasi penyebaran virus corona, sampai akhirnya mau tidak mau menerapkan  lockdown. Sementara Indonesia bisa belajar dari China merelakan laju perekonomiannya dengan memutus mata rantai virus corona.

Namun untuk Indonesia tidak perlu diberlakukan lockdown  sebab kalau itu terjadi maka tingkat konsumsi akan berkurang, maka pertumbuhan beberapa indikator penopang ekonomi pun akan berguguran, karena perekonomian nasional sangat bergantung pada laju konsumsi masyarakat yang kini 267 juta manusia.

Lockdown akan sangat memukul laju ekonomi Indonesia jangka pendek. Hal ini karena kota dengan kasus terbanyak virus corona ialah Jakarta yang merupakan pusat pemerintahan, bisnis, perdagangan Indonesia.

Apa yang terjadi jika Jakarta lockdown? Dampak ekonomi di Jakarta tentunya akan sangat besar bagi perekonomian nasional. Jika kebijakan isolasi Jakarta diberlakukan maka ekonomi nasional bisa masuk dalam jurang  krisis sangat cepat, mengingat 70 persen peredaran uang ada di Jakarta,bursa efek dan bank sentral bertempat di DKI Jakarta. Mungkin hanya UMKM yang sudah terhubung platform delivery on line yang bisa bertahan mayoritas di bidang kuliner.

Nanti juga bila kegiatan ekonomi di Jakarta di lockdownkan akan membuka peluang bagi politikus menggunakan momentum mengeruhkan suasana yang gilirannya menyerang Presiden Jokowi dan bisa bisa berusaha untuk coup de tat. secara halus maupun secara kasar dengan bantuan asing yang tidak menginginkan Indonesia kuat.

Oleh sebab itu langkah lockdown belum perlu dilakukan. Masih cukup social distancing. Namun Pemerintah dituntut bisa bekerja efektif dengan menyediakan infrastruktur dan jaringan internet yang memadai agar bisa kerja on line secara effisien dan effektif.

Walaupun diberlakukan selfdistancing saja kepanikan di beberapa tempat di Indonesia tidak bisa dihindarkan, membuat orang menarik uangnya dari bank,untuk menimbun barang-barang kebutuhan pokok Likuiditas bank terancam, sementara panic buying mengancam persediaan bahan pangan.

Apalagi bulan April akan memasuki bulan Ramadhan yakni ketika permintaan bahan kebutuhan pangan musiman meningkat. Kepanikan masyarakat dalam memborong bahan kebutuhan pokok, dan farmasi obat-obatan, masker, penyanitasi tangan menambah panjang risiko terjadinya inflasi yang cukup tinggi.

Wabah virus corona ini memang sangat serious menyerang seperti perang sabil yang dilancarkan oleh adi kuasa yang dapat mengacaukan koordinasi kebijakan pusat dan daerah. Nampaknya ada yang memanfaatkan situasi ini menjadi sarana dengan membangun stage of politics dan membangun komunikasi politik antara kepala daerah dengan mempertontonkan dengan mengisyaratkan wacana gagabnya stimulus ekonomi yang diluncurkan oleh pemerintah akan mengarah pada kekisruhan sosial.

Ketersediaan rumah sakit, karantina, isolasi hingga alat cek virus corona belum memadai dan well informed, sehingga ada yang menimbun masker dengan harga mahal, disamping kesiapan dari sisi ekonomi lebih memprihatinkan teristimewa kebutuhan pokok sebagian bergantung pada impor  karena merusak rantai pasokan impor khususnya dari China seperti bawang putih yang tidak mudah mencari substitusi impor karena kejadiaannya sangat mendadak dimana kemandirian pangan Indonesia masih dalam proses perjuangan.

Mudah-mudahan wabah ini tidak seperti dahsyatnya Flu Spanyol 1918-1920 yang memakan korban 50 juta meninggal seluruh dunia, dan Flu Rusia yang terjadi tahun 1889 dengan menewaskan 1 juta orang seluruh dunia, dan sampai hari ini Virus Corona sudah memakan korban 189 000 orang dan 7000 meninggal seluruh dunia.

Memang pada awalnya Pemerintah menanggapi serangan wabah ini dengan over confident karena melindungi devisa dari sektor pariwisata khususnya dari China padahal semua negara sudah sangat alert atas akibatnya sampai membuat negara negara lain tidak yakin atas keterangan pemerintah di mana sekarang berakibat korban wabah virus corona di negara lain sudah berkurang sedang Indonesia makin hari makin bertambah, Sama dengan flu Korea tempo hari yang menyebar ke Thailand dan negara lain di mana penangananya sudah habis usai tetapi Indonesia masih mulai menanganinya dengan jangka panjang baru usai.

Dalam menghadapi wabah corona ini beberapa negara mengambil tindakan lockdown seperti China, di mana stok kebutuhan pangan untuk memasok warga yang dikarantina dalam apartement, rumah, gedung-gedung dipasok oleh Pemerintah China. Di Wuhan negara hadir menyiapkan kebutuhan warganya.

Selain cara lockdown ada cara lain yang lebih berimbang antara mengurangi penularan  virus Covid-19 dan tetap mendorong keberlanjutan berputarnya roda ekonomi. Contohnya Singapura melakukan bauran fiskal dan moneter dengan sangat baik, dengan tegas Pemerintah Singapura mengalokasikan USD 4 miliar setara RP 59,2 trilluun untuk membantu keuangan yang terimbas Covid-19, fokus penanganan kesehatan adalah lansia, karena paling rentan terkena Covid-19. Pembatasan perjalanan warga ke banyak negara, dan melakukan acara keagamaan di rumah dan dilarang menghadiri pertemuan – pertemuan lain untuk menghindari kontak badan langsung.

Jepang lebih melakukan upaya klaster dan penelusuran riwayat dan kontak badan korban dibandingkan dengan lockdown. Dikutip dari data John Hopkins University, rasio kasus Covid-19 di Jepang adalah 0,5 per 100 000 orang, lebih rendah dari negara OECD lainnya. Sebagai perbandingan rasio China adalah 5.81 dan Italia 20.6 kasus per 100 000 orang.

Indonesia menempuh untuk self distancing bukan lockdown tetapi bergerak cepat mengambil langkah-langkah untuk mereduksi penyebaran virus Covid-19 ini dengan mengambil tindakan emergency dengan mempromosikan warga jangan kontak badan, bekerja dari rumah online, menghimbau warga mempersiapkan kebutuhan pokok di rumah secukupnya, kalau bepergian hendaknya memakai masker, dan berjalan jaga jarak dengan yang lain dan menginformasikan data rumah sakit untuk dikunjungi siap guna mengecek ketularan virus ini, dan mengkomsumsi obat obat tradisional guna menambah kekebalan tubuh.

Nampaknya menggunakan issue wabah virus ini untuk menjatuhkan pemerintahan Jokowi sangat jauh, kecuali terpelihara orang dekat Jokowi yang dipercayai oleh Jokowi berhianat dan menjadi musuh dalam selimut. Seperti dialami Suharto dulu yang mana orang yang dia pelihara dan percayai yang menghianatinya misalnya Ginanjar Kartasasmita membawa 14 menteri dibawah kordinasinya mengundurkan diri dan tidak mau membantu Suharto sebagai pembantunya dimana semua menteri itu menduduki kementerian bidang ekonomi.

INDONESIA CATAT CADANGAN DEVISA USD 131.7 MILIAR

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2020 sebesar USD 131.7 miliar meningkat bila dibandingkan dengan posisi pada akhir Desember 2019 sebesar USD 129.2 miliar. BI mengatakan posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembayaran 7,8 bulan impor atau 7,5 bulan impor dan pembayaran hutang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Gubernur BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makro-ekonomi dan sistem keuangan. Peningkatan cadangan devisa pada Januaru 2020 terutama didorong oleh penerbitan global bond pemerintah, penerimaan devisa dari 10 pendekar devisa dan penerimaan valas lainya.

PERINGKAT 10 BESAR PENDEKAR DEVISA DOLLAR KE INDONESIA

Devisa negara adalah Kunci  menjadi salah satu pilar yang menunjukkan kekuatan ekonomi sebuah negara. Devisa intinya adalah kekayaan sebuah negara dalam bentuk valuta asing dan bisa digunakan untuk transaksi internasional.

Makin tinggi cadangan devisa sesuatu negara maka makin tajir kekuatan ekonomi negara itu.

Sumber devisa yang paling utama adalah dari hasil ekspor beragam produk ke luar negeri kiriman valuta asing dari tenaga kerja yang bekerja di luar negeri dan juga belanja wisatawan asing melancong ke dalam negeri.

Adapun 10 pendekar devisa penyumbang devisa terbesar di Indonesia berdasarkan data BPS terakhir dan Kementerian Perindustrian adalah sebagai berikut.

  1. Devisa Hasil Ekspor Kelapa Sawit Rp. 239 trilliun.
  2. Jasa Pariwisata (Turis Asing) Rp 190 triulliun

      3.   Ekspor Tekstil – Rp 159 trilliun

      4.   Ekspor Migas Rp. 170 trilliun

      5.   Ekspor Batubara – Rp. 150 trilliun

      6.   Jasa TKI – Rp 140 trilliun

      7.   Ekspor Elektronik – Rp 80 trilliun

      8.   Ekspor Kayu Huitan –  Rp 70 trilliun

      9.  Ekspor Karet – Rp 65 triulliun

10. Ekspor Sepatu dan Sandal – Rp 60         triulliun

Adapun catatan beberapa Devisa itu dapat dikemukakan sebagai berikut

Devisa I – Ekspor Kelapa Sawit. Ditengah kemeriahan wacana tentang ekonomi digital, eCommerce, industri kreatif ternyata komoditi unggulan negeri ini adalah produk yang sudah jadi melegenda sejak jaman kolonial yaitu kelapa sawit. Produk jadul (jaman dulu) yang usianya sudah ratusan tahun, Memang saat ini sedang ada sengketa strategi dengan negara-negara Eropa.

Memang Kelapa sawit peringkat 1 dan Karet peringkat 9 dua renewable products primadona negeri ini yang harus terus dipelihara. Indonesia adalah produsen kelapa sawit terbesar kesatu di dunia dan produsen karet kedua terbesar dunia.

Kenaikan produkpitas kelapa sawit per hektare dari kebun milik negara modern adalah 20 ton sawit. Idealnya bisa naik jadi 30 ton. Perlu dikembangkan pengembangan produk turunan yang nilai tambahnya lebih tinggi, daripada sekedar ekspor sawit mentah atau hanya dalam bentuk CPO (crude palm oil).

Tidak banyak negara yang bisa produksi sawit dan karet ( makanya Indonesia produsen terbesar dunia untuk kedua produk ini). Lokasi geografis Indonesia yang memungkinkan jadi raja untuk komoditi ini secara global. Ini adalah berkah alam yang harus disadari, disukuri dan dimanfaatkan.

Devisa kedua, Pariwisata. Indonesia yang terdiri dari 17 504 pulau dengan keindahan alam suatu berkah pemberian Tuhan yang terindah di alam semesta ini merupakan keajaiban alam yang tidak mungkin direplikasi negara lain. Penerimaan devisa pariwisata akibat penyebaran virus Corona menurut Perry Gubernur BOI adalah USD 1.3 miliar, dan dampak kepada ekspor keseluruhan dalam dua bulan ini adalah USD 0. 3 milar dan impor USD 0.7 miliar, dan terhadap investasi, khususnya dari China, adalah USD 0.4 miliar.

Akan tetapi, BI menilai dampak penyebaran virus Corona bersifat V-Shape. Penurunan akan terjadi dengan cepat, tetapi pemulihan juga akan memakan waktu yang tidak terlalu lama.

Dengan stimulus yang dikeluarkan pemerintah dan BI maka pada triwulan III dan IV akan terus bisa didorong diatas 5 %, kata Perry.

Devisa TKI, jumlah TKI di luar negeri masuk penghasil devisa 10 besar karena mereka punya transfer ke kampung halamannya dari luar negeri. Karena jumlahnya jutaan mereka merupakan pahlawan devisa juga. Kualitas TKI keluar negeri sudah makin meningkat dengan banyaknya lulusan  SMK Indonesia yang dikirim menjadi teknisi di luar negeri seperti  ke Jepang, Korea. Juga banyak perawat Indonesia yang diekspor ke Jepang dan Timur Tengah. Demikian banyak yang lulusan akademi kelautan yang kerja di luar negeri.

Artinya pelan-pelan level skills TKI yang kerja di luar negeri makin meningkat Ekspor tenaga ke luar negeri sejatinya sebuah langkah brillian sepanjang jenis tenaga kerja yang diekspor makin tinggi ketrampilannya.

India termasuk sukses dalam mengekspor jutaan pekerja level medium and high skills atau level menejer keseluruh dunia. Expatriate India ada dimana-mana yang mampu memberikan devisa yang massif bagi negaranya. Kita harus meyakini bahwa Indonesia akan bisa meniru India jangka panjang dalam pengiriman tenaga kerja high skills ke negara-negara lain di dunia.

Migas dan Batubara adalah non renewable products, jadi kelak akan habis  dan deposit Indonesia tinggal 9 tahun untuk Migas kecuali ada ekspolarasi baru.

INFRASTRUKTUR

Pembangunan Infrastruktur marupakan proyek konekvitas prioritas Presiden Jokowidodo. Ada sejumlah proyek raksasa yang diresmikan pada tahun 2019. Jenis proyek yang dioperasikan bervariasi dari proyek transportasi umum, jalan hingga jembatan.

1. MRT Jakarta Fase I

Proyek raksasa pertama yang diresmikan pengoparisiannya adalah moda transportassi raya terpadu alias MRT Jakarta, Moda transportasi baru di Indonesia ini dibangun sejak Oktober 2013 saat Jokowi masih menjabat Gubernur DKI Jakarta dan diresmikan pada tanggal 24 Maret 2019.

MRT Jakarta Fase I dioperasikan dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia. Proyek ini menelan biaya lebih dari Rp 16 trilliun diharapkan menjadi katalisator budaya transportasi umum bagi warga Ibu kota.

Jalur kereta membentang sepanjang 18 km  meliputi 12 km jalur layang dan 6 km bawah tanah. Sebanyak tujuh stasiun layang tersebut adalah Lebak Bulus (lokasi depo), Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M dan Sisingamaraja. Sedangkan eman stasiun bawah tanah dimulai dari Senayan, Istora,Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas dan Bundaran HI.

Proyek pembangunan MRT Jakarta dibiayai oleh Pemerintah  Pusat dan Pemerintah DKI Jakarta serta didukung oleh dana Pinjaman Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA).

2. LRT

Pada 21 Novembert 2019, proyek moda transportasi lintas rel terpadu (LRT) Jakarta juga telah beroperasi secara komersial. Setelah sebelumnya dilakukan uji coba selama satu tahun dan digratiskan, sejak 1 Desember 2019  moda transportasi ini mulai ditarifkan Rp 5000

Kini LRT Jakarta telah melayani enam stasiun, yakni Stasiun Velodrome, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Stasiun Pulau Mas, Stasiun Equestrian dan Stasiun Mangga Dua.

Adapun waktu operasionalnya dimulai pukul 05.30 WIB hingga 23 WIB setiap harinya. Kereta akan datang setiap 20 menit sekali.

3. Jembatan Holtekamp

Selanjutnya adalah Jembatan Holtekamp. Jembatan yang berlokasi di Jayapura, Papua ini juga menjadi proyek kebanggaan Jokowi yang telah diresmikan 28 Oktober 2019., Setelah kedua bentang panjang jembatan terpasang di atas Teluk Youtefa, pembangunan jembatan dan jalan pendekatnya saat ini juga hampir rampung. Jembatan Holtekamp mulai dibangun pada tanggal 9 Mei 2015 lalu, Peletakan batu pertama jembatan panjang 733 meter ini dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi.

Jembatan Holtekamp merupakan jembatan lengkung box dengan bentang terpanjang dan terlebar di Indonesia. Panjang bentang utama 400 meter ditambah jembatan pendekat 332 meter yang terdiri 33 meter pendekat dari arah Hamadi dan arah Holtekamp, sehingga total panjang jembatan keseluruhan 732 meter, sedang lebar jembatan 21 meter yang terdiri 4 lajur dua arah dilengkapi dengan median jalan.

Jembatan ini dapat memangkas jarak tempuh hingga 17 km antara Hamadi dan Holtekamp. Hal ini  berpengaruh pada waktu tempuh dari Kota Jayapura ke Muara Tami yang akan menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw yang sebelumnya membutuhkan waktu 2,5 jam kini bisa menjadi 60 menit. Selain menjadi sasaran perhubungan yang memberikan keuntungan logistik, jambatan ini juga ramai dijadikan objek wisata oleh warga sekitar.

4. Tol Japek Layang

Belum lama ini Presiden Jokowi meresmikan tol Jakarta-Cikampek II (tau top Elevated) atau tol Japek Layang sepanjang 36.4 km, Kamis 12/12/2019  Sejak diresmikan sampai saat ini pun pengoperasiannya masih belum diberlakukan tarif alias gratis.

Tol ini berada tepat di atas tol Jakarta-Cikampek (Japek) eksisting. Membentang 36 km, tol ini menjadi jalan bebas hambatan dengan struktur layang terpanjang di Indonesia saat ini. Dengan adanya tol layang ini, Jakarta-Bandung yang biasanya menempuh waktu 3-4 jam diperkirakan bisa terpangkas sekitar 30 menit.

Pengguna jalan dari Jakarta dapat melintas melalui Jalan Tol Dalam Kota, Jalan Tol Wiyoto Wiyono,  Jalan Tol Jorr dan Jalan Tol Jagorawi. Kemudian dapat melanjutkan perjalanan lewat tol Japek II ini untuk menuju Bandung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Untuk arah sebaliknya pengguna jalan dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Bandung dapat menggunakan Jalan Tol Trans Jawa dan Jalan Tol Cipularang, lanjut melewati tol Japek II menuju Jakarta.

5. Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka)

Terakhir, Presiden Jokowi telah meresmikan tol terpanjang pada Jalan Tol Trans Sumatera, yaitu ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang -Kayu Agung (Terpeka) sepanjang 189 km pada tanggal 15 November 2019.

Tol Terpeka kini menjadi jalan bebas hambatan terpanjang di Indonesia, menggeser posisi Bakauheni – Terbanggi Besar 140,9 km. Pembangunan tol ini pun menorehkan rekor Museum Rektor Indonesia (MURI) dengan memecahkan Rekor Tol Terpanjang.

Memakan waktu pembangunan kurang dari 2,5 tahun, tol Terpeka juga menjadi tol terpanjang dengan durasi pembangunan tercepat di Indonesia.

Ruas tol in sendiri terbagi atas dua seksi dimana, Seksi I Terbanggi Besar-Pematang Panggang terhampar sejauh 112 km ketemu dengan Seksi II ruas Pematang Panggang Kayu Agung sepanjang 77 km.

Tol Terpeka memiliki 17 jembatan, enam  susun dan 23 underpass yang akan memperlancar aksebilitas serta perjalanan dari menuju ke arah Palembang, Sumatera Selatan. Tol dengan lebar jalur utama sebesar 3,6 meter untuk tiap lajur ini dilengkapi dengan enam Gerbang tol (GT) Gunung Batin di M 26, GT Manggala yang ada di MM 43, GT Lambu Kibang di KM 61, GT Waya Kenanga di KM 77, GT Simpang Pematang di KM 99, dan GT Kayu Agung d KM 188.

Tol Terpeka dapat menampung volume kendaraan sebanyak lebih dari 6 400 kendaraan setiap harinya. Para pengguna jalan nantinya bisa beristrahat di sembilan tempat peristrahatan yang tersebar di sepanjang tol Terpeka, yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian pembangunan. Terdapat lima tempat istrahat di jalur yang mengarah ke Kayu Agung, dan empat lainnya untuk arah ke Bakauheni.

68 PROYEK STRATEGIS TELAH SELESAI DALAM TAHUN 2016 – 2017 – 2018 – 2019

Tahun 2016

1. Jalan Tol Gempol – Pandaan, Jawa Timur sepanjang 14 km dengan nilai 1.47 trilliun

2. Bandara Sentani, Jayapura Papua dengan nilai Rp. 1.47 trilliun

3. Bandara Juwata, Tarakan Kalimantan Utara dengan nilai Rp 1.39 trilliun

4. Bandara Fatmawati Sukarno, Benmgkuilu dengan nilai Rp 1.67 trilliun

5. Bandara Mutiara, Palu dengan nilai rp. 1.39 trilliun

6. Bandara Matahora, Wakatobi, Sulawesi Tenggara dengan nilai Rp 662 miliar

7. Bandara Labuan Bajo, Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur dengan nilai Rp 662 milar

8. Pengembangan Bandara Soekarno Hatta, Termasuk Terminal 3 Banten dengan nilai Rp. 4,7 trilliun

9. Pelabuhan Kali Baru DKI Jakarta dengan nilai Rp. 12.0 trilliun

10.Pipa Gas Belawan – Sei Mengke kapasitas 75 mm scfd, Sumatera Utara dengan nilai Rp. 1,2 trilliun

11.PLBN & SP Entikong,Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat dengan nilai Rp 152 miliar

12.PLBN & SP Mota’ain, Kabupaten Belui, Nusa Tenggara Timur, denan nilai Rp 82 miliar

13.PLBN & SP Motamassin, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur dengan nilai Rp. 128 miliar

14.PLBN & SP Skouw, Kota Jayapura, Papua dengan nilai Rp. 166 miliar

15.Bendungan Paya Seunara, Kopta Sabang,Aceh dengan nilai Rp 57 milar

16.Bendungan Rajui, Kabupaten Pidie, Aceh dengan nilai Rp. 138 miliar

17.Bendungan Jategede, Kota Sumedang, Jawa Barat dengan nilai Rp. 4,82 trilliun

18.Bendungan Bajulmati, Banyuwangi, Jawa Timur, dengan nilai Rp. 454 miliar

19.Bendungan Nipah, Madura, Jawa Timur dengan nilai Rp 213 miliar

20.Bendungan Titab, Kabupaten Buleleng, Bali dengan nilai Rp. 496 miliar

Tahun 2017

1. Jalan Tol Soreang-Pasirkoja, Jawa Barat sepanjang 11 km dengan nilai Rp 1,51 trilliun

2. Jalan Tol Mojokerto-Surabaya, Jawa Timur sepanjang 6.3 km dengan nilai Rp. 4,98 trilliun

3. Jalan Akses Tanjung Periuk, DKI Jakarta sepanjang 16,7 km dengan nilai Rp 6,98 trilliun

4. Bandara Raden Intan II,Lampung dengan nilai Rp 1,47 trilliun

5. Pengembangan Lapangan Jangkrik dan Jangkrik North East Wilayah Kerja Muara Bakau Kalimantan Timur nilai Rp.45,5 trilliun

6. Pembangunan Post Lintas Batas Negara Sarana Penunjang Nanga Badau, Kalimantan Hulu, Kalimantan Barat nilai Rp 154 miliar

7. Pembangunnan Pos Lintas Batas Negara & Sarana Penunjang Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT dgn nilai Rp 130 miliar

8. Pembangunan Pos Lintas Batas Negara & Sarana Penunjang Aruk, Kabupaten Sambas, Kalbar dengan nilai Rp 131 miliar

9. Bendungan Teritip,Kalimantan Timur dengan nilai Rp. 262 miliar

10.Pembangunan Saluran Suplai Daerah Irigasi Umpu Sistem (Way Besai Lampung dengan Nilai Rp.1,07 trilliun

Tahun 2018

1. Jalan Tol Bekasi – Cawang sepanjang 21.04 km dengan niali Rp. 7.2 trilliun

2. Jalan Tol Bogor Ring Road dengan nilai Rp 983 miliar

3. Kereta Api Prabumulih – Kertapati bagian dari Jaringan Kereta Api Trans Sumatra dengan nilai Rp. 1,12 trilliun

4. Kereta Api Tebing Tinggi – Kuala Tanjung mendukung Kek Sei Mangkei bagian dari jaringan Kereta api Sumatra, Rp. 750 miliar

5. Bandara Sultan Babullah, Ternate dengan nilai Rp. 1.35 trilliun

6. Bandara Tjilik Riwut Pelangkaraya dengan nilai Rp. 323 miliar

7. Pengembangan Pelabuhan Kupang, Rp 223 miliar

8. Pembangunan Jaringan Irigasi Daerah Jambu Aceh Kanan dengan nilai Rp. 240 miliar

9. Pembangunan jaringan Irigasi Daerah Irigasi Leuwgoang Kabupaten Garut dengan nilai Rp 300 miliar

10.Rehabilitasi jaringan Irigasi Daerah Irigasi Gembasa dengan nilai Rp. 1,59 trillun

11. Pembangunan Smelter Monowali senilai Rp 34.0 trilliun

12. Pembangunan Sentara Kelautan dan Perikanan Terpadu Talaud senilai Rp. 106 miliar

13. Pembangunan Ring Road Broadband di 457 Kb Kota melalui Pola Non KPBU

Tahun 2019

1. Palapa Ring Broadband di 57 Kab/Kota melalui Pola Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha Penyediaan Infrastruktur (KPBU) dengan nilai Rp 5,84 trilliun.

2. Pembangunan Smelter Bontang dengan nilai Rp 2,22 trilliun

3. Pembangunan Tol Manado – Bitung dengan nilai Rp. 2,22 trilliun

4. Pembangunan Jaringan Iriigasi daerah Irigasi Lematang senilai rp 279  miliar

5. Jalan Tol Balikpapan – Samarinda sepanjang 99 km senilai Rp 9.92 trilliun

6. Jalan Tol Medan – Binjai sepanjang 16 km bagian dari ruas 8 ruas Trans Sumatra dengan nilai Rp 1,604 trilliun

7. Jalan Tol Palembang – Simpang Indralaya sepanjang 22 km bagian dari 8 ruas trans Sumatera dengan nilai Rp 1,64 trilliun

8. Jalan Tol Bakauheni – Terbanggi Besar sepanjang 140.9 km bagian dari 8 ruas Transsumatera senilai Rp. 16.79 trilliun

9. Jalan Tol Medan-Kualanamu-Lubuk Pakam-Tebing Tinggi sepanjang 62 km senilai Rp. 4.07 trilliun

10.Jalan Tol Pigagan – Pemalang sepanjang 57.5km sermilai Rp. 6.84  trilliun

11.Jalan Tol Pemalang-Batang sepanjang 39.2km senilai Rp. 4.08 trilliun

12.Jalan Tol Pemalang-Semarang 75 km nilai Rp. 4.08 trilliun

13.Jalan Tolo Semarang-Solo 72 km senilai 72 km senilai Rp. 7,44 trilliun

14.Jalan Tol Solo-Ngawi  panjang 90.1 km senilai Rp. 11.34 triulliun

15.Jalan Tol Kertosono – Mojokerto panjang 40.5 km senilai Rp. 5.50 trilliun

16.Jalan Tol Ngawi – Kertosono  87 km senilai Rp. 3.83 trilliun

17.Jalan Tol Gempol – Pasuruan 34.2 km senilai Rp.2,76 trilliun

18.Jalan Tol Kunciran – Serpong panjang 11.2 km senilai Rp. 3,48 trilliun

19,Pembangunan Flyover Dari dan Menuju Terminal Lamong 2.4 km senilai Rp. 925 miliar

20.Bandara Syamsudin Noor Rp. 2,3 trilliun

21.Kereta Api Akses Bandara Adi Sumarno Rp 925 miliar

22.Bandara Udara Kertajati senilai Rp 4.91 triliun

23.Pengembangan Bandara Achmad Yani, Semarang  senilai Rp. 2.18 trillun

24.Pelabuhan KEK Malang Rp.2.04 trilliun

25.Makassar New Port senilai Rp.1,89 trilliun

Komite Pencepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) menargetkan di tahun 2020 akan terdapat 144 proyek strategis nasional (PSN) yang rampung. Angka ini merupakan akumulasi atas 114 proyek dari 223 PSN dan 3 proyek yang ditetapkan melalui Perpres 56/2018 serta 30 proyek yang sudah selesai di tahun 2016/2017.

Tidak hanya menyelesaikan proyek di tahun 2020 juga tahun mendatangpun  ditargetkan terdapat 30 proyek dan 3 program yang dalam tahap konstruksi dan mulai beroperasi, 59 proyek dalam tahan konstruksi, 6 proyek dalam tahap transaksi serta 14 proyek dalam tahap persiapan. Menurut PUPR sendiri menargetkan dalam kurun waktu 5 tahun kedepan periode 2020 hingga 2024 Jalan Tol yang akan terbangun di seluruh Indonesia mencapai 2500 km. Sebagian ruas yang ditargetkan tersebut sekitar 2000 km meliputi pembangunan Tol Trans Sumatra yang ditargetkan keseluruhan dapat selesai konneksinya pada tahun 2024 mendatang. Namun Hutama Karya memastikan seluruh Tol Trans Sumatera akan tersambung pada tahun 2024 sesuai dengan arahan Presiden Jokowi akan menghubungkan Lampung sepanjang Timur hingga Aceh sepanjang Barat Sumatera.Tol ini merupakan salah satu jalan yang dapat menyingkat waktu tempuh, misalnya Lampung – Palembang hanya dalam waktu 4 jam yang biasanya ditempuh dalam waktu 12 jam. Rencananya Trans Sumatera membentang dari Lampung ke Aceh sepanjang 2974 km.

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat baru saja menawarkan beberapa proyek tol hingga jalan nasional senilai Rp 62 trillun untuk tiga ruas tol pada swasta. Penawaran dibuka untuk lima proyek yaitu meliputi implementasi transaksi pembayaran tol nirsentuh atau bayar tol tanpa setop (Multi Lane Free Flow/MLFF ditamnmnbah tiga ruas tol yang terdiri dari Tol Layang Cikunir – Karawaci, Tol Kala-Teluk Naga-Rajeg, dan Tol Bogor-Serpong via Parung, serta satu Jalan Lintas Nasional Timur Sumatera di Provinsi Riau.

Proyek massif ini adalah hasil karya management Plan, DO, Check Act (PDCA) dari Presiden Joko Widodo yang luar biasa yang mengungguli performance dari President manapun di dunia,  dapat diwujudkan dalam 6 tahun saja, dimana management konvensional membutuhkan paling sedikit 50 tahun dapat mewujudkannya.

10 Destinasi PARIWISATRA Unggulan

1. Danau Toba – wajahnya mencakup 7 kabupaten yaitu, Tapanuli Utara,Karo, Simalungun, Toba Samosir, Samosir, Dairi dan Humbang Hasundutan. Pembangunan proyek kawasan direncanakan Rp. 2,2 trilliun

2. Borobudur – Jawa Tengah pembangunan proyek dianggarkan Rp 2,1 trilliun

3. Labuan Bajo di Pulau Komodo NTB pembangunan direncanakan Rp 300 miliar

4. Mandalika di Pulau Lombok dianggarkan Rp. 1,9 trillun

5. LIKUPANG  di Sulawesi Utara Rp 400 milar untuk k5 destinasi itu dianggarkan Rp 6,9 trillun. Presiden putuskan Likupang termasuk destinasi unggulan

6. Tanjung Kelayang Pulau Belitung

7. Tanjung Lesung,Pandeglang

8. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang terletak ditengah 4 kabupaten yaitu Malang, Porbolinggo, Pasuruan, Lumajang dengan pasir putih

9. Pulau Morotai Maluku Utara terkenal pasir putihya

10.Kepulauan Seribu DKI, dan 10 A Taman Nasional Wanatobi -terkenal dengan alam indah bawah laut yang beragam-ragam sedang dianggarkan.

Diproyeksi destinasi unggulan ini akan menghasilkan USD 7 miliar dollar dimana spending wisman usd 1 220 per kunjungan, dan diproyesikan pertumbuhan per tahun 22 % dan percent itu dapat dicapai mengingat positioning destinasi itu sangat memungkinkan mencapai growth itu.

Pembangunan Kilang Minyak

Pembangunan proyek kilang minyak mendapat status Proyek Strategis Nasional didasari fakta Indonesia belum pernah membangun kilang minyak lagi dalam 34 tahun terakhir. Kilang-kilang minyak yang dimiliki Indonesia adalah kilang-kilang minyak yang sudah tua. Sebagai contoh: Kilang Balikpapan dibangun tahun 1894, Kilang Plaju 1903, Kilang Cilacap dibangun tahun 1976, Kilang Dumai tahun 1971 dan Kilang Kasim 1997.

Defisit neraca transaksi berjalan Indonesia pada triwulan IV – 2019 tercatat sebesar USD 8,1 milar setara dengan 2,84 % trilliun Produk Domestik Bruto (PDB) dan sepanjang 2019 defisitnya mencapai USD 30,4 miliar atau 2,72 % dari PDB. dimana Defisit ini pernah mencatatkan rekor kenaikan tajam dari tahun 2017 sebesar 1,7 % atau setara USD 17,31 miliar terhadap PDB menjadi 2,98 % dari PDB atau setara dengan USD 31.1 miloar. Bank Indonesia menilai lonjakan defisit neraca berjalan tersebut akibat tingginya impor minyak.

Proyek Strategis Nasional pembangunan kilang minyak menjadi salah satu proyek yang molor,karena dari rencana pembangunan kilang minyak, baik kilang minyak GRR Bontang, GRR Tuban, RDMP Cilacap, Balongan, Dumai, Balikpapan, dan Plaju tidak satupun yang terealissi. Sejak dicanangkan pada tahun 2014 tidak  ada satupun Proyek Strategis Nasional berupa kilang minyak yang terbangun,sehingga tidak heran Presiden Joko Widodo beberapa kali menunjukkan kekesalannya ke publik. Presiden menemukan bahwa berkuasanya mafya impor minyak inginkan Indonesia tetap mengimpor minyak, dan Tahun 2016 (untuk menertibkan itu Presiden menugaskan Basuki Tjahaya Purnama menjadi Komisaris Utama Pertamina bersama sama dengan Direksi Pertamina mendesain action plan untuk membangun kilang minyak sekaligus mengurangi impor minyak.

Pembangunan Tanggul Laut di DKI

Mengacu pada National Capital Coastal Development tahap A di Jakarta direncanakan dibangun tanggul laut dengan investasi mencapai Rp 600 trilliun. Tujuannya untuk mencegah pesisir DKI tenggelam akibat permukaan daratannya pada tahun 2030 diprediksi akan lebih rendah dari permukaan laut. Tanggul laut raksasa Jakarta dicanangkan pembangunannya  pada Oktober 2014 dengan melibatkan pemerintah Indonesia dan Luar Negeri dan masuk menjadi Proyek Strategis Nasional tahap A dan kemudian skala proyek ini diperluas sampai tahap B sejak tahun 2017.

Proyek ini terdiri dari dua tahap, yakni tahap A berupa penguatasn tanggul di pesisir pantai sepanjang 37 km lebih dan membangun 17 pulau buatan dan tahap B berupa pembangunan tanggul laut raksasa sepanjang 32 km terdiri atas bandara, pelabuhan,jalan tol, pemukiman, industi, pengolalaan sampah, penampungan air, dan wilayah hijau, seluas 4000 hektare. Per Oktober 2019 dari rencana 37 km, tanggul yang telah terbangun baru 9,3 km. sehingga Kementerian Pekerjaan Umum bersama Dinas Sumber Daya Air harus membangun sisanya lagi, setelah pengembang reklamasi mengundurkan diri.

Konstruksi pembangunan tanggul laut raksasa direncanakan mulai dilakukan pada tahun 2021. Studi kelayakan proyek ini dilakukan bekerjasama dengan Korea Selatan, sedangkan pembiayaan proyek ini berasal dari Belanda yang telah sepakat memperpanjang nota kesepahaman kerjasama yang telah berakhir pada Juli 2020

Pembangunan Ibu Kota baru dan Out standing performance Jokowi dari kajian Management

Merajuk pada perpindahan Ibukota dan pembangunannya yang akan memakan biaya lebih kurang Rp 460 trilliun maka dipertimbangkan dengan mengacu pada  performance Jokowi ini, nama Joko Widodo sudah layak di abadikan sebagai  management pembangunan yang ulung, dan layaklah kalau nama Ibu Kota Baru ini nanti dinamai  Daerah Khusus Ibukota Joko Widodo Metropolitan. Management Accomplishment is measured by Performance.

Usulan ini berangkat dari ukuran Managment By Objective yang beroriantasi pada result oriiented yang mempunyai alat ukur yaitu , What – sasarannya adalah memeratakan pembangunan Indonesia dengan menjalin konekvitas atar pulau,kota/kabupaten, dengan desa-desa.  How well adalah sesuai dengan standard internasional, How much – biaya tidak lebih dari 3 % PDB, Timeliness – Tercapai pada akhir tahun 2024.

Implemantasi nya digunakan Plan, Do, Check, dan Action. Plan direncanakan, kemudian  Do dikerjakan, dilanjutkan dengan Check di lapangan, dan Action diaktualisasikan untuk dinikmati oleh masyarakat dan kalau dirumuskan pada satu kata adalah dengan blusukan

Pembedahan peluang dan hambatan serta ancapan Presiden pakai Conics – C – apitalize opportunity – peluang Indonesia bisa berkopetitif global, O vercome Obstacle – Gangguan dari dalam diatasi dengan menempatkan orang yang tepat sebagai prime mover proyek yang menunjang sasaran, N- Neutralize Threat – Dengan kristalisasi hubungan dengan lawan politiknya dan yang merendahkan dia dengan penuh cinta kebangsaan,misalnya JK adalah yang pertama mengatakan ke publik bahwa Indonesia akan hancur bilamana Jokowidodo jadi Presiden malah Jokowi memilih bermitra dengannya jadi Wakil Presiden walaupun akhirnya JK kecewa karena selama 5 tahun mendampingi Jokowidodo tidak satupun proyek raksasa yang diserahkan pada bisnis keluarganya, dan kedua adalah saingannya yang berdarah -darah dalam pilpres 2019 Prabowo Subianto diangkat jadi Menteri Pertahanan, dapat dilihat Jokowidodo tidak ada niat menghancurkan kompetitornya karena selain itu sangat mahal juga sangat berbahaya, I – Improve Positive Performance – Jokowi tidak mau berhenti dalam satu keberhasilan tetapi dia terus tingkatkan pada yang lebih tinggi, C – Correct weakness – Jokowi langsung memperbaiki kelemahan, dengan memutus jaringan calo minyak, Solve Problem – mengatasi permasalahan dalam contoh menghadapi serangan virus corona dia memilih self distanceing walaupun yang lain yang ingin menjerumuskan kepemimpinannya mengusulkan lockdown.

Berdasarkan alat ukur keberhasilan dari sudut management sudah sepantasnyalah kalau namanya diabadikan dengan meresmikan nama IBUKOTA YANG BARU NANTI DENGAN NAMA  DAERAH KHUSUS IBUKOTA JOKOWIDODO METROPOLITAN

Usul agar dibangun istana negara di setiap provinsi agar setiap provinsi merasa sense of belonging atas istana negara diharapkan Presiden bisa berkantor juga di istana itu dimana pembangunan urgent dimulai dari Papua. Istana negara sekarang ada di DKI, Provinsi Jawa Barat 2 buah Bali.

Demikian ulasan ini diperbuat dengan etikat baik karena didorong oleh cinta berbangsa dan bernegara dan mengakui dan menghargai prestasi menonjol dari putera bangsa sendiri.

Share This