Sejarah Utira

Kebangkitan Universitas Timbul Nusantara, Jakarta (selanjutnya disebut UTIRA-IBEK) tidak dapat dipisahkan dari kelahiran Institut Bisnis Ekonomi dan Keuangan (disingkat IBEK) yaitu pada tanggal 7 Desember 1981 yang diprakarsai oleh Prof. Dr. Laurence A. Manullang, M.M., S.Pd., S.E., melalui akte Notaris Wenda Sungkar Alumei, S.H, dengan nomor akte 60 tanggal 18 Desember 1981 dalam bentuk Yayasan.

Tidak lama setelah berdiri, tepatnya pada awal 1982, Yayasan IBEK menyelenggarakan berbagai aktifitas keilmuan, seperti: menerbitkan majalah bisnis dan buku-buku ilmiah, menyelenggarakan 75 seminar, workshop dan forum ilmiah bertaraf nasional dan internasional dengan berbagai topik yang relevan dengan bisnis, industri, ekonomi dan keuangan. Secara konstruktif kegiatan ini berhasil menjembatani kepentingan pemerintah dalam sosialisasi perundangan dengan para pelaku bisnis.

Setelah 8 tahun berkiprah, kontribusi Yayasan cukup signifikan terhadap ilmu pengetahuan dimana hal tersebut dapat diakui oleh karena telah berhasil menyumbangkan 40.000 halaman hasil seminar kepada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia sebagai sebuah aset nasional yang patut diikuti jejaknya. Yayasan senantiasa mengembangkan potensi yang dimiliki agar dapat pula memberikan kontribusi pengabdiannya pada Negara melalui pengembangan keahlian dan keterampilan sumber daya manusia dengan membentuk Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi-IBEK pada tahun 1987 dengan jurusan Manajemen dan Akuntansi yang merupakan titik awal sebagai cikal-bakal berdirinya Universitas.

Pertumbuhan Universitas berasal dari STIE-IBEK Program S1 dan D3 Jurusan Manajemen dan Akuntansi serta Prorgam Paskasarjana Magister Manajemen dengan Konsentrasi; Pemasaran, Keuangan, SDM, Operasi, Akuntansi Manajemen, Teori Manajemen, Sistem Informasi Manajemen dan Manajemen Internasional. Perkembangan status program studi tersebut dimulai dengan DISAMAKAN pada tahun akademik 1993-1994 untuk kemudian memperoleh AKREDITASI pada tahun akademik 1999-2000 sampai dengan saat ini.

Keberhasilan serta tindakan mapan dalam mengelolah STIE-IBEK selama 20 tahun, serta melihat perkembangan minat SLTA dalam rangka melanjutkan studinya ke Perguruan Tinggi dan terdorong akan niat luhur guna membantu Pemerintah dalam menyediakan institusi pendidikan yang tidak hanya terbatas hanya pada disiplin ilmu ekonomi, maka Yayasan memutuskan untuk meningkatkan jenjang pendidikan serta program-program studi melalui perubahan bentuk institusi dari STIE menjadi Universitas. Rencana tersebut telah dilakukan sejak tahun 1997, dimana Yayasan telah membeli lahan seluas 8 ha dan mulai mempersiapkan pembangunan gedung untuk Universitas yang berlokasi di Desa Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.