Prestasi

STAN National Accounting Challenge 2007

TIM AKUNTANSI MAHASISWA UNIVERSITAS TIMBUL NUSANTARA-IBEK BERHASIL MERAIH PERINGKAT EMPAT NASIONAL

 

Berkenaan dengan prestasi tim mahasiswa Universitas Timbul Nusantara-IBEK (UTIRA-lBEK), yang dikirim berkompetisi dalam NACS-STAN (National Accounting Competition) yang di selenggarakan STAN pada tanggal 6 januari s/ d 1 Februari 2007, ternyata tim mahasiswa UTIRA-IBEK keluar dengan mengejutkan karena berhasil meraih juara 4.

Karena dan segi professionol performance ini merupakan surprise. Tokoh Indonesia (TI) berhasil mewawancarai Prof. DR. Laurence A. Manuiang, MM.. SE Rektor UTIRA-IBEK yang kebetulan juga sebagat Guru Besar dalam Ilmu Akuntansi di lembaga pendidikan tinggi yang baru di mekarkan dari STIE-IBEK jadi Univer­sity Timbul Nusantara-IBEK berdasarkan SK Mendiknas No. 261 D/0/2006 tertanggaf 10 November 2006 yang lain.

 

 

T.  Secara mengejutkan tim mahasiswa Akuntansi UTIRA-IBEK berhasil mengungguli tim mahasiswa lain dalam debut Kompetisi Akuntansi Nasional baru-baru ini dengan meraih peringkat 4 secara nasional padahal terdaftar banyak juga peserta dan perguruan tinggi negri/swasta yang ternama mengikuti kompetisi itu. Apa rahasia dibalik keberhasilan itu?

J.  Keberhasilan itu bertolak dari visi induk UTIRA-IBEK dan semua program studi termasuk akuntansi wajib mengaktualisasinya. Visi yaitu Handal dalam teori, terdepan dalam aplikasi, kompetitif dalam kualitas, bertanggung jawab dalam integritas dengan biaya terjangkau.

T.  Menurut pantauan TI proses kompetisi itu memakan waktu yang panjang dari babak penyisihan tanggal 5 Januan 2007 kemudian ditutup dengan tahap akhir tanggal 1 Februan 2007. Bolehkah anda menjelaskan sekilas proses penyisishan tersebut

J. Babak penyisihan diikuti oleh tim 73 perguruan tinggi seluruh Indonesia.

UI mengirimkan 3 tim,

Unpad – 2 tim,

STAN – 3 tim,

UTIRA-IBEK – 2 tim,

USU – 1 tim,

Atmajaya Yogya – 3 tim,

UNTAR – 3 tim,

Andalas – 2 tim,

UNPAR Bandung – 3 tim,

Petra Sura­baya – 3 tim,

Gunadarma – 3 tim,

Mercubuana – 2 tim,

Methodist Medan – 2 tim,

Widyatama Bandung – 3 tim,

UPN – 1 tim,

Univ.Djambi – 1 tim,

UHAMKA – 1 tim,

Univ.Bengkulu – 1 tim,

SUPRA – 1 tim,

STIE AD – 1 tim,

UPB – 1 tim,

UNNES – 3 tim,

UII – 2 tim,

UNISULA – 2 tim,

Univ.Negri JKT – 1 tim.

UNIMUS – 1 tim,

Univ. Brawijaya – 1 tim,

UNS – 1 tim,

UNESA – 1 tim,

STIKOM – 1 tim,

UNPAR – 1 tim.

Jumlah seluruhnya 73 utusan. Dari 73 perserta ini 20 tim berhasil lolos ke babak berikutnya yaitu Bank Thinkfast.

T.   Bolehkan anda memberikan daftar ke 20 tim yang lolos, untuk dapat secara transparan dapat dikunjunjungi dalam website TI ini secara nasional bahkan seluruh dunia.

J.   Babak ini yang disebut thinkfast merupakan kompetisi berpikir cepat yang di adakan tanggal 29 Januari 2007, keluar 20 besar yaitu:

UI – 3 tim,

UGM – 2 tim,

UTIRA-IBEK – 1 tim,

STAN – 3 tim,

Atmajaya Yogja – 1 tim,

UNTAR – 3 tim,

UNPAR – 2 tim,

Univ.Petra-SBY – 1 tim,

Univ. Methodist Medan – 1 tim,

STIE IBS – 1 tim.

Jumlah seluruhnya 20 tim.

T.  Tampaknya UTIRA-IBEK dikelompokan dalam tim yang berat dan harus berhadapan dengan 2 tim UI dan 1 tim UNPAR Bandung. Bagaimana hasilnya?

J.   Nilai setiap tim dalam kelompok ini ternyata sangat mencengangkan juri dan peserta lain namun tim UTIRA-IBEK biasa-biasa saja sebab mereka sudah di bekali dengan materi perkuliahan Akuntansi komprehensif, perpajakan, auditing, manajemen keuangan, akun­tansi keuangan, controllership. Adapun nilai diperoleh dalam kelompok ini adalah sbb:

1. Tim UI-2 Nilai 215

2. Tim UTIRA-IBEK Nilai 203.4

3. Tim UNPAR Bdg Nilai 145

4. Tim UI-I Nilai 115

maka untuk babak berikutnya dua tim yaitu Ul dan UTIRA-IBEK lolos.

T.   Bagaimana pertarungan babak berikut­nya. karena 2 tim yang lolos dari setiap kelompok dan jumlah kelompok semua nya 5, berarti untuk babak berikutnya diikuti oleh 10 tim. Siapa-siapa sajakah tim itu?

J. Untuk mengikuti babak berikutnya yang disebut Corporate Challenge diselenggarakan tanggal 30 Januari 2007 diikuti oleh 10 besar, yaitu:

1. Tim 2 UI

2. Tim 3 Ul

3. Tim 1 UGM

4. Tim 2 UGM

5. Tim 2 Unair Surabaya

6. Tim 2 UNPAR Bandung

7. Tim 2 Univ.Petra Surabaya 8 Tim 3 STAN

9. Tim 1 Univ. Atmajaya. Yogja

10. Tim 1 UTIRA-IBEK

Dari tim ini akan keluar 6 besar dengan nilai tertinggi.

T.   Tampaknya kompetisi sangat ketat bagaimana hasil babak berikutnya?

J.   Pada tanggal 30 Januari 2007, dalam babak Audit Challenge dilaksanakan di BEJ dan Danareksa, 10 besar ini diadu, dan keluarlah 6 besar berdasarkan nilai tertinggi. Adapun 10 besar itu adalah sbb:

1. Tim 2 Univ.Petra Sby 680

2. Tim 2 UGM 660

3. Tim 3 STAN 615

4. Tim I UTIRA-IBEK 585

5. Tim 2 Airlangga 490

6. Tim 2 Ul 480

7. Tim 2 UNPAR Bdg 425

8. Tim 2 Ul 420

9. Tim I UGM 415

10. Tim I Untv. Atmafaya 410

No urut I s/d 6, lolos mengikuti babak berikutnya.

T.  Bagaimana hasil babak berikutnya pada saat 6 besar bertanding.

J.   Babak berikutnya adalah Audit Challenge diadakan pada tanggal 31 Januari 2007. Tim UTIRA-IBEK semangatnya semakin berkobar setelah diberikan motivasi, apabila dapat juara 1 akan diberikan 100 % beasiswa, dan setelah lulus S1 langsung diterima di S2 dengan 50% beasiswa.

T.   Pertarungan yang melelahkan. Apakah anak-anak UTIRA-IBEK yang termotivasi itu berhasil unggul ?

J.   Rupanya ke 6 tim itu sama baiknya. Karena itu tim juri yang terdiri dari professional dari Kantor Akuntan Publik Price Waterhouse. menggunakan discretionnya, memilih siapa diantara tim itu maju ke babak final, dalam babak yang di sebut Future Accounting Challenge, yang diadakan tanggal 1 Februan 2007. Tim juri menetapkan peringkat juara sbb:

Rangking I -Tim 2 UI

Rangking II – Tim 2 Petra SBA

Rangking III – Tim 2 Univ. Airlangga

Rangking IV bersama – Tim I UTIRA-IBEK

Rangking V bersama – Tim 2 UGM

Rangking VI bersama – Tim 3 STAN

Rangking VII -Tim 2 UNPAR

Rangking VIII – Tim 3 UI

Rangking IX – Tim 3 UGM

Rangking X-Tim I Univ. Atmajaya Yogja

T.   Kompetisi yang melelahkan. Tapi yang keluar sampai rangking 10 patut merasa lega. Siapakah nama mahasiswa UTIRA -IBEK yang ikut kompetisi ini? dan apakah mereka masih mendapat beasiswa?

J.   Mereka adalah Juliando Lingga, Bong Sau Liong, dan Yustmus Linardi Radjab. Mereka langsung diberi beasiswa 50% dan uang kuliah semester genap ini. dan jaminan masuk program S2 dengan beasiswa 50%. Proses kompetisi ini juga dapat di akses di website STAN sendiri yaitu www.nacstan.profilku.com

T.   Apakah ada himbauan dari anda terhadap generasi muda Indonesia, khususnya anak-anak kelas 3 SMA/SMK saat ini?

J.   UTIRA-IBEK mengundang adik-adik yang sekarang duduk di kelas 3 SMA/SMK untuk memilih salah satu dari 14 program studi yang ditawarkan karena UTIRA-IBEK sudah com­mitted pada pendidikan yang berkualitas.

T.   Kami dengar anda baru kembali dari California, apakah kunjungan anda dalam rangka menjajaki kemungkinan kemitraan dengan lembaga pendidikan tinggi di AS dengan UTIRA-IBEK?

J.   Akhir-akhir ini agak sibuk. Tanggal 25 Desember 2006 berangkat kesana, kembali tanggal 15 Januari 2007. Namun berangkat lagi tanggal 9 Februari 2007 dan baru kembali tanggal 26 Februari 2007. Tepat sekali, dalam rangka menjajaki kemitraan, dan kami berhasil mendapatkannya dengan Akademi Wirausaha (Enterpreniurship Academy) di California. Lembaga yang di back up oleh bank-bank di AS, dimana outputnya di orbitkan menjadi pelaku bisnis menengah memperkuat UKM di AS. Mitra kedua adalah International University of Nursing, New York. Lulusannya langsung disalurkan AS. UTIRA-IBEK akan membuka prodi Nursing, tetapi akan lebih dulu melaporkannya ke Departemen Kesehatan agar dapat rekomendasi ke Mendiknas untuk membuka Keperawatan nantinya.

 

Demikianlah hasil wawancara TI dengan Prof. Dr. L. A. Manullang, MM. SE. rektor UTIRA-IBEK sekaligus Guru Besar Ilmu Akuntansi di kantornya Jl. Mandala Utara no. 33-34, Tomang, Jakarta Barat yang memulai pengabdian pendidikannya dari emperis ke theory secara induktif. Karena semua yang diajarkan di perguruan tinggi dalam bidang manajemen, akuntansi, manajemen keuangan, strategi dia alami dulu sebagai eksekutif puncak dari berbagai perusahaan multinasional baru mengabdi dalam pendidikan. Oleh sebab itu tidak perlu ragu-ragu melanjutkan studi di Universitas Timbul Nusantara – IBEK yang sangat concern pada lulusan perguruan tinggi nasional. TI telah membuka homepage Prof. Dr. Laurence Manullang, MM. SE. agar siapa yang mengunjungi www.tokohindonesia.com dapat membaca pemikiran beliau secara multidimensional. Disarikan dari hasil wawancara TI dengan Prof. Dr. L. A. Manullang, MM. SE.