Oleh:

Prof. Dr. Laurence A Manullang

Jakarta, 11 Maret 2020

Ketua Dewan Pembina Institut Bisnis Ekonomi dan Keuangan Ketua Dewan Pembina Persatuan Guru Besar (Pergubi) Indonesia

Ketua Dewan Mangaraja Lembaga Adat Budaya Batak dalam Bidang SDM dan Pendidikan

KEY RESULT AREA

Sejalan dengan penjabaran dari Visi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tentang Poros Maritim yaitu Kebijakan Kelautan Nasional Indonesia untuk berperan aktif dalam organisasi internasional khususnya di sektor Maritim, maka dalam kaitan ini Indonesia telah menyampaikan proposal terkait pemisahan air laut atas Traffic Seperation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok.Melalui perjuangan yang alot Indonesia berhasil mendapat persetujuan bagan TSS tersebut dari Experts Working Group on Ship Routing di Markas Bessr dari International Maritime Organization (IMO) untuk kedua selat tersebut, dengan demikian Indonesia akan menagih fee (toll laut fee) dari setiap kapal yang melintasi kedua selat tersebut mulai tahun 2020. Indonesia akan mempersiapkan semua strategi pengamanan kapal-kapal yang melintasi selat itu dari pembajakan dan semua yang menyangkut keamanan. Keputusan ini akan berdampak sangat significant untuk ekonomi Indonesia mengingat jumlah kapal yang melintasi kedua selat itu termasuk banyak, seperti tercatat pada tahun 2018, jumlah yang melintasi Selat Sunda tidak kurang dari 50 000 kapal, dan melintasi Selat Lombok 40000, dan jumlah itu bertambah dari tahun ke tahun.

Dua selat lagi yang berkaliber dunia yaitu Selat Malaka dan Selat Makassar, yang menjadi penjajakan opportinitas dimasa

mendatang. Juga melihat banyaknya pulau terluar sampai sekarang sudah terindenfikasi

111 pulau dimana 12 pulau sangat dekat dengan perbatasan negara tetangga, sudah saatnya sekarang pulau pulau itu di daya gunakan karena mengandung banyak kekayaan Sumber Daya Alam dan tempat yang sangat menarik untuk pariwisata. Kalau ada dibentuk Kementerian untuk Pulau Pulau Terluar atau Badan Otorita maka pulau-pulau itu dapat segera dimanfaatkan memperkuat ketahanan pertahanan dan ekonomi nasional.

NKRI telah bertekat melindungi semua tanah,laut dan udara Indonesia dalam kedaulatan Indonesia dan tidak rela kehilangan tanah biar sejengkal pun dan tidak akan mengulangi terjadinya seperti pulau Sepadan dan Ligitan kehilangan berdasarkan keputusan Mahkamah International di London, dimana keputusan lebih berat pada kedua pulau itu lepas dari Indonesia jadi milik Malaysia karean pulau pulau itu dilentarkan oleh pemiliknya yaitu Indonesia. Karena itu ada 12 pulau terluar yang sangat dekat dengan negara tetangga yang rentan pada konflik harus dikawal di dibangun. Dua pulau yang paling rawan, yaitu Pulau Mianggas di daerah Kabupaten Talaud, jarak 145 mil dari ibukota kecamatan wilayah Indonesia, namun hanya 45 mil dari Malaysia, Penduduknya kawin campur dengan penduduk Filippina dan mata uang dipakai adalah peso.

Pulau kedua adalah pulau Bantek pulau yang terletak dekat Timor Leste berbeda pemahaman antara Timor Leste dan Indonesia. Menurut pemahaman Timor Leste pulau itu adalah miliknya karena patoknya diambil dari sungai kecil, sedang Indonesia memahami patoknya dari sungai besar. Pulau itu tidak berpenghuni hanya dijaga oleh pasukan Marinir dan ditopang oleh Angkatan Darat. Pulau ini sangat strategis dijadikan sebagai pangkalan militer dan objek wisata karena pantai nya mempunyai pasir putih dan indah.

Jika keberhasilan dalam Maritim ini perlu juga dijajagi studi pemanfaatan udara Indonesia sebagai sumber penerimaan nasional. Seperti jelas diputuskan dalam UU Agraria bahwa Tanah Air Indonesia, terdiri dari Darat, Laut dan Udara Indonesia.

Karena perkembangan teknologi kini pemanfaatan udara untuk setiap transfer dana internegara dilakukan online berdasarkan swift code system misalnya dengan MT 103. Mekanisme ini dapat diperagakan seperti contoh ada transfer dana ke Indonesia berdasarkan swift code system ke Indonesia. Transfer ini melalui udara Germany atau Perancis, maka negara ini akan tagih fee melintasi udara mereka misalnya Germany oleh BAFIN, Setelah fee dibayar, maka transfer itu diteruskan ke Indonesia, tetapi radar Singapore dan Malaysia dapat mendeteksi transfer itu dan mewajibkan beneficiary membayar clearance fee oleh Monetatary Authoity Singapore dan Malaysia. Mereka bisa lakukan itu karena mereka mempunyai radar karena Singapore menguasai Indosat.Juga ada kalanya radar Australia yang deteksi dan mereka mewajibkan kita membayar clearance fee. Oleh sebab itu key issue untuk Indonesia adalah menguasai kembali Indosat, kalau tidak praktek akan berlanjut akan menambah biaya atas semua transfer dana ke Indonesia.

Demikian juga kalau ditelusuri sampai ke angkasa luar, diatas Indonesia ada terbentang yang luas/lebar di khatulistiwa yang disebut geostationer dimana satelit Palapa

ditempatkan. Lokasi itu sebenarnya secara realistis hanya dapat ditempatkan kira-kira 1000 satelit, tetapi hampir semua negara yang mengoperational satelit ramai-ramai menempatkan satelite itu di kawasan khatulistiwa Indonesia dan jumlahnya sudah mencapai lebih 4000. Karena undang-undang kita merumuskan bahwa khatulistiwa itu adalah bagian kedaulatan kita, maka usaha berikutnya adalah mendesain technological strategy untuk mengamankan khatulistiwa kita, dan membebankan fee pada negara – negara yang menempatkan statelite nya disana, Dan untuk itu mungkin logis kalau dibuka satu kementerian yang baru yaitu Menteri Kedirgantaraan.

SINOPSIS

LETAK GEOGRAPHIS

Letak geographis adalah letak suatu wilayah yang dilihat dari keadaan permukaan bumi dan kemudian didasarkan pada keadaan alam sekitar. Secara umum letak geografis suatu wilayah ditentukan dalam berbagai swegi seperti segi astronomis.fisiografis,geologis dan social budaya. Secara geografis Indonesia berada diantara dua benua dan dua samudera.Letak geografis Indonesia ini sangatlah strategis sehingga memberikan keuntungan dalam berbagai bidang diantaranya transportasi,komunikasi,ekonomi dan pertahanan/keamanan.

A.   LETAK ASTRONOMIS

Indonesia sendiri berada di antara 6° LU – 11° LS dan diantara 95° BT – 141° BT, diamana wilayah yang berada pada titik kordinat tersebut adalah pulau WE, pulau Rote, dan Merauke.

Letak astronomis ini memberikan beberapa pengaruh. Pertama: Indonesia memiliki tingkat kelembapan yang tinggi dan menjadikan Indonesia memiliki tiga daerah waktu. Ketiga, daerah waktu tersebut adalah Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB), Waktu Indonesia Bagian

Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT)

Kedua Indonesia memiliki ekosistem hujan- hujan tropis yang bernilai sangat tinggi, dikarenakan punya curah hujan yang sering. Ketiga: Indonesia mendapatkan matahari dalam waktu yang lebih lama,

B.   LETAK FISIOLOGIS

Setelah letak astronomis, letak geographis dipengaruhi oleh letak fisiologis, dimana letak fisiologis ini merupakan posisi dimana wilayah dapat diamati menurut segi fisiknya, Yaitu garis bujur dan garis lintang, letak dengan wilayah lain, jenis batuan yang ada, relief permukaan bumi dan semua yang berkaitan dengan laut.

Letak fisiologis sendiri merupakan gabungan dari letak geografis, astronomis, geologis dan zona laut. Terdapat lautan besar yang mengelilingi Indonesia dan menjadi batas zona laut.

Dimana sebelah selatan Indonesia berhadapan dengan Samudera Hindia, di utara Indonesia berhadapan dengan Laut Cina Selatan, Serta disebelah timur berhadapan dengan Samudera Pasifik

C.   LETAK GEOLOGIS

Indonesia memiliki letak geologis di antara sirkum yaitu Sirkum Mediterania, dan Sirkum Pasifik. Dan teletak pada tiga lempeng utama dunia, yaitu lempeng Pasifik, Australian dan Eurasi. Letak geologis sendiri  merupakan letak wilayah yang dilihat dari faktor kondisi batuan di permukaan bumi. Posisi ini yang membuat Indonesia sering sekali dilanda gempa dan gunung meletus. Bahkan sebagian besar gunung-gunung di Indonesia merupakan gunung api aktif.

INDONESIA NEGARA MARITIM DENGAN KEPULAUAN TERBESAR DI DUNIA

Indonesia dikenal sebagai negara dengan potensi sumber daya alam yang sangat kaya khususnya di bidang kemaritiman. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia terdiri dari 17.504 pulau dengan panjang garis pantai 81.000 km dan luas perairannya terdiri dari laut teritorial, perairan kepulauan dan perairan pedalaman seluar 2,7 juta km atau 70

% dari luas NKRI.

Indonesia juga memiliki Zona Ekonomi Esklusif (ZEE) seluas 3,1 juta km2 yang menambah wilayah laut Indonesia menjadi 5,8 juta km2, Indonesia juga mempunyai memanfaatkan ZEE seluas 2,7 juta km2 yang menyangkut ekspolarasi, eksploitasi dan pengelolaan sumber daya hayati dan non hayati, mengadakan penelitian dan yuridiksi mendirikan instalasi maupun pulau buatan.

Ditinjau dari segi geostrategik, negara maritim ini, memiliki konfigurasi yang unik dan sekaligus sangat menantang karena memiliki posisi silang yang diapit oleh dua benua dan dua samudera. Dengan posisi strategis ini menyebabkan alur laut Indonesia menjadi jalur yang sangat penting baik bagi pelayaran nasional maupun internasional.

Menko Maritim menambahkan Indonesia memiliki kedudukan dan perairan yang sangat penting dalam hubungan dengan dunia internasional sebagai “center of gravity” kawasan Asia Pasifik.

Namun ada juga dampak negatifnya dengan kondisi tersebut Indonesia memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap ancaman dari dalam maupun dari luar karena begitu terbuka dan tersebarnya pulau-pulau di Indonesia.

PENGARUH LETAK GEOGRAFIS INDONESIA

  1. Indonesia mempunyai dua musim.

Secara fisik, letak geografis Indonesia dilalui oleh angin Muson.Angin ini berganti arah sebanyak dua kali dalam satu tahun, Kehadiran angin Muson in membuat negara

Indonesia hanya mempunyai dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau

  • Wilayah Indonesia sangat strategis. Indonesia diapit antara dua benua dan dua samudra.         Keadaan          ini    membuat                 wilayah Indonesia sangat strategis sebab dilalui oleh jalur perdagangan internasional baik itu dari laut maupun dari udara. Hal ini membuat Indonesia negara yang berpotensi memiliki perekonomian baik.

  • Indonesia kaya akan budaya.

Pengaruh letak geografis Indonesia yang lainnya adalah berkaitan dengan budaya. Kekayaan budaya di Indonesia tidak lepas dari kebudayaan Negara yang terletak disekitarnya. Budaya luar yang masuk ke Indonesia lambat laun terasimilasi dan hasilnya Indonesia mempunyai kebudayaan yang beraneka ragam dan khas.

  • Indonesia menjadi jalur perdagangan internasional.

Letaknya yang sangat strategis menjadikan negara Indonesia dijadikan sebagai jalur perdagangan internasional. Hal ini  bisa menjadi peluang untuk dapat mengembangkan potensi wisata yang ada di Indonesia

  • Indonesia menjadi transit dan lintas internasional.

Indonesia merupakan jalur transit dan lintas internasional yang menyebabkan negara Indonesia selalu disinggahi oleh pesawat- pesawat asing sebelum melanjutkan penerbangan kenegara dan/atau benua lain.

  • Indonesia menjadi negara maritim yang terbesar.

Indonesia dikenal sebagai negara maritim karena mempunyai 17.504 pulau.Berdasarkan statistik Kementerian Kelautan dan Perikanan hasil laut di Indonesia baru dimanfaatkan 48

% dari potensi sebesar 6,7 juta ton. Dapat dibayangkan kalau Indonesia mampu memanfaatkan 100% hasil laut Indonesia akan melimpah dan bisa memakmurkan rakyat Indonesia secara keseluruhan.

  • Indonesia mempunyai Keanekaragaman Hayati yang Melimpah.

Letaknya yang berada dalam kawasan tropis membuat Indonesia kaya akan hasil hutan. Indonesia juga memiliki beraneka ragam jenis flora dan fauna yang tidak dimiliki oleh negara lain. Indonesia mempunyai hutan dengan luas

120.5 juta ha yang merupakan hutan tropis terbesar ketiga di dunia setelah Brazilia dan Zaire. Hutan memiliki fungsi yang sangat penting yakni sebagai paru-paru dunia serta menjaga keseimbangan iklim global

  • Indonesia menjadi negara agraris terbesar. Indonesia                  terletak            dalam  kawasan          yang beriklim tropis yang menyebabkan tanah di Indonesia sangat subur. Hal yang demikian ini menjadi         Indonesia    sebagai    wilayah    yang sangat cocok untuk pertanian dan perkebunan.

  • Indonesia berpotensi menjadi negara Pariwisata.

Selain letaknya yang sangat strategis, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar dimana setiap pulau mempunyai keindahan yang luar biasa. Dan bahkan banyak pulau di Indonesia yang belum dihuni dan masih alami

  1. Letak geografis ini memiliki keuntungan ekonomi.

a. Menambah divisa negara, b. Sebagai pusat perekonomian diantara dua benua dan dua samudra. c. Perkembangan pariwisata di Indonesia menjadi lebih pesat, d. Sebagai jalur perdagangan internasional, e.  Sebagai destinasi pariwisata utama.

  1. Keuntungan letak geografis Indonesia di bidang komunikasi.

a. Indonesia kaya akan bahasa. b. Indonesia bisa adaptasi dengan bahasa asing secara tidak langsung, c. Indonesia dituntut bisa bahasa Inggeris karena merupakan jalur lintas internasional.

  1. Keuntungan letak geografis Indonesia di bidang Transportasi.
    1. Pencepatan infrastruktur di daerah-daerah Indonesia, b. peningkatan transportasi untuk

tujuan wisata. c. peningkatan akomodasi dari angkutan umum

  1. Keuntungan letak geografis di bidang Sosial Budaya

a.Pakaian Indonesia semakin modern b. Adanya kulturasi budaya asing dengan budaya lokal.  c. mempunyai keanekaragaman budaya d. Dapat dengan gampang menyebarkan budaya di Indonesia

NAMUN DISAMPING KEUNTUNGAN LETAK GEOGRAFIS JUGA MEMILIKI KERUGIAN YANG HARUS DIWASPADAI

  1. Kerugian letak geografis dibidang Ekonomi.

a. Adanya pasar gelap yang memasuki Indonesia. b. Eksploitasi pemodal secara besar-besaran. c. persaingan global

  • Kerugian Letak geografis di bidang Komunikasi.

a.Menguasai bahasa asing dapat mengakibatkan budaya lokal terus berkurang dan tidak menjadi prioritas lagi. b. Sulitnya menggunakan bahasa Inggeris bagi sebagian warga aktipis ekonomi pariwisita

  • Kerugian Letak geografis di bidang Transportasi

a. Tersingkirnya transportasi lokal, b. Semakin padatnya lalu lintas karena imigran. c. Semakin bersifat konsumtif terhadap kendaraan dari luar negeri

  • Kerugian Letak geografis di bidang Sosial Budaya
  • Banyaknya budaya asing yang masuk membuat budaya lokal dapat terancam punah.
  • Maraknya perilaku dari turis yang membawa pengaruh negatif bagi masyarakat Indonesia. c. Maraknya perilaku yang tidak sesuai dengan adat istiadat Indonesia dan norma-norma Indonesia karena pengaruh global.

INDONESIA ADALAH NEGARA KEPULAUAN

Negara kepulauan adalah negara yang unsur utamanya berupa lautan yang disebari oleh pulau-pulau sehingga secara fisik geografik antara perairan dan pulau-pulau yang ada didalamnya merupakan satu kesatuan yang utuh. Ini berarti unsur air lebih menonjol daripada daratan

Secara historis, Indonesia dan maritim tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Negeri ini sudah sejak lama terkait dan menyatu hubungan akrab dengan laut. Secara geografis Indonesia terletak diantara dua Samudra Pasifik dan Samudra Hindia dan menghubungkan benua Asia dan benua Australia. Indonesia adalah sebuah negara kepulauan berdasarkan konvensi UNCLOS tahun 1982

Indonesia memiliki 17 504 pulau dengan garis pantai lebih dari 99.000 km, sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara dengan garis pantai terpanjang ke dua didunia setelah Kanada. Indonesia memiliki wilayah laut yang sangat luas. dimana 2/3 dari wilayah negara  ini adalah laut. Sebagian besar wilayah Indonesia yang berupa laut, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki potensi besar di bidang kelautan.

Indonesia terkenal sebagai negara dengan sumber daya alam yang melimpah. Jika di laut ada ikan, didarat juga ada, begitupun jika di darat ada rumput, maka dilaut ada rumput. Berbicara mengenai sumber daya alam yang ada di laut, maka Indonesia kaya akan hal itu, mulai dari ikan, cumi, rumput laut dan pelbagai jenis hasil laut lainnya.

Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan keanekaragaman hayati di laut. Indonesia juga dikenal memiliki beragam satwa laut, mulai dari ikan sampai terumbu karang. Potensi maritim yang juga dimiliki oleh Indonesia yaitu Pariwisata laut. Dengan garis pantai sepanjang 99.000 km Indonesia memiliki banyak destinasi wisata pantai yang mendunia. Selain itu, kekayaan ekosistem bawah laut menjadi salah satu sektor pariwisata yang diminati banyak orang.

Seperti diketahui, Indonesia memiliki perbatasan maritim dengan 10 (sepuluh) negara yaitu dengan India (Landasan Kontinen. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), Thailand (Landas Kontinen, ZEE), Malaysia (LautWilayah, ZEE,  Landas Kontinen), Singapura (Laut Wilayah) Vietnam (Landas Kontinen, ZEE), Filippina (ZEE,Landas Kontinen), Palau (Landas Kontinen,ZEE),  PapuaNewNugini (ZEE, Landas Kontinen), Timor Leste (Laut Wilayah, Landas Kontinen, ZEE), dan Australia (Landas Kontinen, ZEE)

Dari sejumlah perbatasan ini Indonesia telah menyelesaikan sebagian penetapan batas maritim dengan India (Landas Kontinen), Thailand (Landas Kontinen),Malaysia (sebagian Laut Wilayah, Landas Kontinen), Singapura (sebagian laut wilayah), Vietnam (Landas Kontinen).Filippina (ZEE), Papua New Nugini (ZEE,Landas Kontinen) dan Australia (ZEE,Landas Kontinen)

Luas lautan dibandingkan luas daratan di dunia mencapai kurang lebih 70 berbanding 30, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi negara-negara di dunia yang memiliki kepentingan laut untuk memajukan maritimnya. Seiringperkembangan lingkungan strategis, peran laut menjadi signifikan serta dominan dalam mengantar kemajuan suatu bangsa.

Indonesia secara georafis merupakan sebuah negara kepulauan dengan dua pertiga luas lautan lebih besar daripada daratan. Hal ini bisa terlihat dengan adanya garis pantai di hampir setiap pulau di Indonesia (lebih kurang

81.000 km). yang menjadikan Indonesia menempati kedua setelah Kanada sebagai negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Kekuatan inilah yang merupakan potensi besar untuk memajukan perekonomian Indonesia.

DAFTAR PULAU DI INDONESIA MENURUT PROVINSI

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki 17 504 pulau yang termasuk dalam kedaulatan

Negara Kesatuan Republik Indonesia. dimana

16.056 pulau telah dibakukan namanya di PBB hingga Juli 2017

SEJARAH

Namun perlu diuraikan sejarah perhitungan dari sejak tahun 1972 menurut LIPI memublikasikan sebanyak 6.127 nama pulau- pulau di Indoensia. Pada tahun 1987 Pusat Survei dan Pemetaan ABRI menyatakan bahwa jumlah pulau di Indonesia adalah 17 503 dimana 5.707 di antaranya telah memiliki nama, termasuk 337 nama pulau di sungai Bakosurtanal pada tahun 1992 menerbitkan Gazetteer nama-nama pulau dan Kepulauan Indonesia mencatat sebanyak 6 489 pulau bernama, termasuk 374 pulau di sungai., Namun Lembaga Penerbangan dari Antariksa Nasional (Lapan),pada tahun 2002 berdasarkan kajian citra satelit menyatakan bahwa jumlah pulau di Indonesia adalah sebanyak 18 306 buah.

Sedang data Departemen Dalam Negeri berdasarkan laporan para gubernur dan bupati/walikota pada tahun 2004 menyatakan bahwa 7870 pulau yang bernama sedangkan 9 634 pulau tak bernama.

Dari sekian banyaknya pulau-pulau di Indonesia yang berpenghuni hanya sekitar 6 000 pulau

Jumlah pulau di Indonesia menurut Departemen Dalam Negeri tahun 2004  adalah

17.504 terdiri dari 7.870 yang mempunyai nama itu dan 9.634 yang tidak mempunyai nama    dapat    rekapitulasi    sebagai  berikut:

No Provinsi Bernama Tidak bernama Jumlah
1. Aceh 205 458 663
2. Sumatra Utara 237 182 419
3. Sumatra Barat 200 191 391
4. Riau 73 66 139
5. Jambi 16 3 19
6. Sumatra Selatan 43 10 53
7. Bangkulu 23 24 47
8. Lampung 86 102 188
9. Kepulauan Bangka Belitung 311 639 950
10. Kepulauan Riau 1350 1 058 2408
11. DKI Jakarta 111 107 218
12. Jawa Barat 19 112 131
13. Jawa Tengah 47 249 296
14. DI Yogjakarta 22 1 23
15. Jawa Timur 232 55 287
16. Banten 48 83 131
17. Bali 25 60 85
18. Nusa Tenggara Barat 461 403 864
19. Nusa Tenggara Timur 473 719 1192
20. Kalimantan Barat 246 93 339
21. Kalimantan Tengah 27 5 32
22. Kalimantan Timur 232 138 370
23. Kalimantan Utara      
24. Sulawesi Utara 310 358 668
25. Sulawesi Tengah 139 611 750
26. Sulawesi Selatan 190 105 295
27 Sulawesi Tenggara 361 290 651
28. Sulawesi /Barat      
29. Gorontalo 96 40 136
30. Maluku 741 681 1422
31. Maluku Utara 125 1349 1474
32. Papua 301 297 598
33. Papua Barat 956 989 1945
Total                                         7870                        9634                          17504

Pada tahun 2007-2008 Tim Nasional telah melakukan verifikasi terhadap 13.466 pulau bernama di 33 provinsi di Indonesia. Kemudian data 13.466 tersebut dilaporkan ke PBB pada tahun 2012, Sementara antara 2012 sampai 2016, Tim Nasional juga telah melakukan verifikasi terhadap 2.590 pulau. Pada tahun 2017 data 2.590 pulau bernama tersebut telah dilaporkan ke PBB dalam sidang ke XI The United Nation Conference on Standardization of Geographical Names di New York.

Dengan demikian Delegasi Indonesia telah melaporkan 16.056 pulau bernama di Indonesia ke Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Jadi kini jumlah pulau bernama di Indonesia secara resmi berjumlagh 16.056 pulau hasil akumulasi 13.466 dan 2.590 pulau seperti dijelaskan diatas. Kedepannya jumlah pulau Indonesia yang sudah bernama masih bisa bertambah dikarenakan belum semua pulau-pulau kecil yang telah divalidasi dan dilakukan verifikasi pembakuan nama pulaunya.

JUMLAH PULAU-PULAU TERLUAR

Pada tahun 2017 telah di validasi 111 pulau terluar yang berbatasan dengan negara tetangga telah ditetapkan dalam Keputusan Presiden no. 6 tahuin 2017 dan Pemerintah diharapkan segera memutuskan mau bangun apa akan dilakukan dalam pulau-pulau kecil terluar ini. Hal ini sangat penting karena potensi pulau-pulau terluar ini dalam pengembangan pariwisata, usaha perikanan dan perkebunan bahkan pangkalan militer dalam rangka memperkuat pertahanan negara dianggap sangat vital sebab sangat dekat dengan negara-negara lain yang berpotensi sebagai sumber sengketa kalau negara lain memanfaatkannya bisa-bisa Indonesia kehilangan pulau itu seperti terjadi pada dua pulau Ligitan dan Sepadan di Kalimantan.

12 PULAU TERLUAR SANGAT DEKAT DENGAN NEGARA TETANGGA HARUS

DIMANFAATKAN SECARA URGENCY

  1. Pulau Rondo

Pulau Rondo adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di Samudera Hindia dan berbatasan dengan India. Pulau Rondo ini merupakan pulau paling barat dari wilayah RI dan merupakan bagian dari wilayah kota Sabang provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Pulau ini berada di sebelah barat laut dari Pulau Weh dengan kordinat 6° 4′ 30″ LU,95° 6′ 5″ BT

  • Pulau Sekatung Cina

Pulau Sekatung adalah pulau terluar dan paling utara dari wilayah Indonesia yang terletak di laut Cina Selatan dan berbatasan dengan Vietnam. Pulau Sekatung ini merupakan wilayah dari kebupaten Natuna, provinsi Riau. Pulau ini berada doi sebelah timur laut dari pulau Laut dengan kordinat 4° 47″ 45″ LU,108° 1′ 19 BT

  • Pulau Nipa

Pulau Nipa ini adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di perbatasan Indonesia dengan Singapura,  dan merupakan wilayah dari pemerintah kota Batam, provinsi Kepulauan Riau. Pulau ini berada di sebelah barat laut dari pelabuhan Sekupang di Pulau Batam yang dapat dilihat dalam jalur perjalanan ferry dari pelabuhan Sekupang menuju pelabuhan Harbor Front di Singapura. Letak kordinat dari pulau  Nipa adalah 1° 9′ 13 ” KU,103° 39″ 11″” BT

  • Pulau Berhala

Pulau Berhala adalah sebuah pulau di Sumatera Utara, Indonesia. Pulau ini merupakan pulau terluar Indonesia di Selat Malaka, sekitar 48 mil dari Pelabuhan Belawan. Dari segi administratif, pulau ini adalah bagian dari Kecamatan Tanjung Beringin, Kebupaten Serdang Bedagai. Luasnya adalah 2,5 km2. Pulau Berhala memiliki topografi bergunung-gunung dengan hutan lebat dan pantai yang putih bersih. Pada awal dan akhir tahun,pantai

Pulau Berhala menjadi tempat persinggahan penyu untuk bertelur.

Selain Pulau Berhala di Sumatera Utara ada lagi empat pulau dengan nama yang sama. Satu di Indonesia, sedang tiga lainya di Malaysia. Pulau kedua yang berada di Indonesia terletak di Selat Berhala, dekat Kepulauan Riau. Di sekelilingnya terdapat tiga pulau kecil dengan luas sekitar 0,25 hingga 0,50 hektare. Pulau ini diperebutkan provinsi Jambi dan Riau. Tiga pulau lainnya milik Malaysia masing-masing terletak di dekat Sandakan, sebelah utara Kalimantan di dekat Johor dan di  Perak  bernama Batuan Berhala.

  • Pulau Marore

Daerah perbatasan adalah berupa daerah terluar dan termasuk dalam wilayah NKRI yang berada di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan daerah dimaksud adalah pulau Marore, dan pulau-pulau sekitarnya. Pulau- pulau yang masuk dalam wilayah  perbatasan ini oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe ditetapkan dalam satu klaster yaitu klaster pulau-pulau perbatasan. Pulau Marore merupakan pulau yang terletak paling depan dan terdekat perbatasan antar Negara Filippina dan Indonesia, dengan kondisi tersebut menjadikan pulau Marore sebagai pintu gerbang perbatasan Negeri Kesatuan Republik Indonesia. Pulau Marore terletak paling utara dari wilayah Kabupaten Sangihe dengan posisi geographi 4° 44′ 14 ” LU – 125° 28 ‘ 42″ BT yang memiliki luas 3,12 km2 dan dibatasi oleh wilayah laut yang tidak dapat dilayari secara bebas karena jaraknya yang jauh baik dari pusat ibu kota kecamatan

  • Pulau Marampit

Merampit merupakan salahsatu pulau kecil terluar yang berada di gugusan kepulaun Nanusa. Terletak di laut Sulawesi dan berbatasan dengan Filippina, Luasnya 12,99 km dan berpenduduk sekitar 1.436 jiwa. Secara administratif pulau ini masuk wilayah kabupaten kepulaun Talaud,

provinsi Sulawesi Utara. Di Marapit ini terdapat Titik Dasar dan Titik Referensi TD 057A dan TR 057A

  • Pulau Mianggas.

Pulau Mianggas adalah pulau terluar Indonesia yang terletak dekat perbatasan antara Indonesia dan Filippina. Pualu ini termasuk ke dalam desa Mianggas, kecamatan Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud, provinsi Sulawesi Utara. Mianggas adalah salah satu pulau tergabung dalam gugusan Kepulauan Nanusa yang berbatasan langsung dengan Filippina.Pulau ini merupakan salah satu pulau terluar Indonesia sehingga rawan masalah perbatasan, terorisme serta penyelundupan. Puilau ini memiliki luas sekitar 3,15 km2. Jarak Mianggas dengan Kecamatan Nanusa adalah sekitar 145 mil, sedangkan jarak ke Filippina hanya 45 mil.Pulau Mianggas memiliki jumlah penduduk sebanyak 678 jiwa (2003) dengan mayoritas suku Talaud. Perkawinan dengan warga Filippaina tidak bisa dihindarkan lagi dikarenakan kedekatan jarak dengan Filippina. Bahkan beberapa laporan mengatakan mata uang yang digunakan di pulau ini adalah peso.

  • Pulau Dana

Pulau Dana adalah pulau terluar Indonesia – Australia. Masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Rote Ndao NTT. Merupakan pulau kosong yang tidak berpenghuni tetapi hanya dijaga oleh marinir Satgas PAM pulau terluar. Pulau yang sangat indah dengan karekteristik khas Nusa Tenggara yang gersang, pekik burung Camar, nanyian perkutu, desir angin, gemerlap bintang benar2 sangat menarik untuk dikunjungi

  • Pulau Fani

Pulau Fani adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di Samudra Pasifik dan berbatasan dengan negara Palau. Pulau Fani ini merupakan bagian dari wilayah pemerintah kabupaten Sorong, provinsi Papua Barat. Pulau ini berada di sebelah

utara Kota Sorong dnegan koordinat 14 ‘ 28 ” LU, 131° 16’ 49″”BT

  1. Pulau Fanildo

Pula Fanildo adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di Samudra Pasifik dan berbatasan dnegan negara Palau. Pulau Fanildo inimerupakan bagian dari wilayah pemerintahan      Kabupaten       Biak Numfor,provinsi Papua. Pulau ini berada di sebelah utara dari Kota Manokwari dengan kordinat 0° 56′ 22″ LU,134° 17′ 44″ BT

  1. Pulau Bras

Pulau Bras adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di Samudra Pasifik dan berbatasan dengan negara Palau. Pulau Bras ini mereupakan bagian dan Kabupaten Biak Nonfor, provinsi Papua. Pulau ini berada dsebelah Utara dan dari Kota Manokwari dnegan kordinat 0° 55′ 57 ” LU, 134° 20′

30″ BT

  1. Pulau Batek

Pulau Batek salah satu pulau terluar yang terletak di Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) terancam lapas dari NKRI

Pulau itu bakal menjadi milik Timor Leste, jika titik batas antara Indonesia dengan Timor Leste mengikuti patok batas pemerintah Timor Leste.Berdasarkan pemahaman warga Distrik Oekusi,Timor Leste patok batas antar kedua negara berada di Nonotuinan atau sungai kecil dibagian barat. Sedangkan pemahaman warga dan pemerintah Indonesia batas antara kedua negara berada di Noelbesi atau sungai besar di bagian Timur.

Jika mengikuti pemahaman batas Timor Leste, maka Pulau Batek masuk ke wilayaj Timor Leste, bukan Indonesia. Penyelesaian masalah batas antara Indonesia dengan Timor Leste khususnya di wilayah Naktuka, Kabupaten Kupang menjadi urusan pemerintah pusat. Pemerintah daerah hanya melakukan pendekatan adat agar tidak terjadi konflik di perbatasan kedua negara.

Pulau ini sangat strategis untuk pangkalan meiliter, dan saat ini tidak berpenghuni hanya dihuni oleh Marinir dengan dukungan Angkatan Darat. Menurut Pemangku Adat Kerajaan Amfoang dengan Kerajaan Ambeau Oeksusi, untuk penyelesaian tittik batas secara adat sudah disepakati kedua negara di Jakarta beberapa waktu yang lalu. Mereka menunggu Pemerintah pusat memfasilitasi pertemuan adat itu. Namun keberhati-hatian itu sangat penting kalau mencegah perselisihan karena lokasi ini masih rentan konflik.

87 PERSEN PULAU DI INDONESIA BELUM BERPENGHUNI

Sebanyak 87.62 persen atau sebanyak 15 337 pulai di Indonesia tidak berpenghuni. Itu berarti hanya 12.38 persen atau sekitar 2

342 pulau saja yang berpenghuni dari jumlah 17.504 pulau..Ini perlu diperhatikan oleh Pemerintah untuk memindahkan penduduk ke pulau pulau khususnya pulau terluar agar jangan ada konotasi pulau pulai itu ditelantarkan. Agar jangan terulang seperti yang terjadi di pulau Ligitan dan Pulau Sipadan karena alasan kuat oleh Mahkamah Internasional memenangkan Malayasia adalah karena pulau – pulau itu ditelantarkan pemiliknya yaitu Indonesia.

Juga rentan menjadi konflik adalah pulau Mianggas di Kabupaten Talaud, yang berjarak 145 mil dari ibukota kecamatan Nanusa Kabapaten Talaud, sedang jaraknya ke Filipina hanya 45 mil, dan penduduk disana kawin campur dengan orang  Filippina dan mata uang disana yang dipakai adalah peso.Pulau ini harus segera dirawat dengan pembangunan jangan- jangan Filippina klaim pulau itu miliknya karena negara itu sangat konsen untuk mengawal dan memeliharanya.

4 SELAT DI INDONESIA KALIBER DUNIA- SELAT SUNDA DAN SELAT LOMBOK JADI TOLL LAUT

Empat (4) Selat di Indonesia setara kaliber dunia yaitu Selat Malaka, Selat Makassar, Selat Sunda dan Selat Lombok, dari 10 Selat terpopuler di Indonesia. Selat Sunda dan Selat Lombok sudah akan diberlakukan jadi toll laut dan semua kapal yang melewati selat itu akan dikenakan fee toll dimana pada gilirannya menopang perekonomian Indonesia.

Jalur perhubungan laut dunia atau “sea lanes of communication” melewati tujuah selat yang secara politik dan ekonomi sangat strategis karena menyangkut kelangsungan hidup sejumlah negara di mana empat di antara perairan tersebut berada dalam kedaulatan Indonesia. Jalur pelayaran laut ini membentang dari Teluk Persia ke arah barat menuju Eropa Barat, dan  kearah Timur menjuju Asia Timur dan Amerika Serikat

Wilayah perairan yang strategis tersebut meliputi Selat Bosphorus yang memisahkan Turki bagian Eropa dan bagian Asia serta menghubungkan Laut Marmara dengan Laut Hitam. Selain itu adalah Selat Hormuz yang memisahkan Iran dengan Uni Emirat Arab terletak di antara Teluk Oman dan Teluk Persia.

Sementara wilayah perairan strategis bagi pelayaran internasional di kawasan Pasifik melewati Laut Cina Selatan dan Laut Cina Timur. Sedangkan yang berada di wilayah Indonesia adalah Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Lombok dan Selat Makassar

Jalur transportasi tersebut merupakan bentangan garis energi minyak dan gas bumi yang tidak boleh terputus karena hal ters ebut sangat berkaitan dengan industri negara-negara maju.

Dalam bidang geografi transportasi, wialyah perairan tersebut dikenal sebagai “choke points” yakni lokasi yang membatasi kapasitas sirkulasi dan tidak dapat dengan mudah dilewati karena sangat mudah diblokir.

Ini berarti bahwa setiap alternatif dari “check points” melibatkan suatu rute memutar atau penggunaan alternatif yang berimplikasi pada biaya dan penundaan waktu yang sangat signifikan. Saat era perdagangan dunia bergeser dari Laut Utara Atalntik ke wilayah Asia Pasifik, yang sebelumnya di Eropa dan Amerika kawasan tersebut muncul sebagai salah satu pusat strategis maritim dunia di abad 21

Di era perdagangan Trans – Pasifik, Selat Malaka mengambil peran yang sangat penting karena merupakan jalur laut terpendek yang bisa menghubungkan antara dua samudra penting di dunia yaitu Samudra Hinida dan Samudra Pasifik

Rute perdagangan dari Samudra India menuju Samudera Pasifik akan menjadikan Selat Malaka sebagai rute tercepat diantara dua samudera ini berarti menghemat biaya operational

Rute pelayaran strategis juga dapat melewati Selat Sunda yang menghubungkan Laut Cina Selatan dan Semudra Hindia. Rute pelayaran alternatif lainnya adalah melalui Selat Lombok dan Selat Makassar. Selain melewati Samudara Hindia, ke dua selat tersebut juga terhubung pada Samudra Pasifik dan Laut Filippina dan Australia ke Selatan.

SAH INDONESIA PUNYA ALUR LAUT BARU DI SELAT SUNDA DAN SELAT LOMBOK

Setelah melalui proses panjang selama dua tahun, International Maritim Organization (IMO) akhirnya menyetujui proposal Indonesia terkait bagan pemisahan alur laut atau Traffic Seperation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok. Batgan TSS tersebut disetujui melalui Experts Working Group on Ship Routeing di Markas Besar IMO, London Inggeris.

Selanjutnya bagan tersebut akan dilaporkan ke Plenary dalam Sidang Sub Committee on

Navigation Communistion and Search and Rescue (NCSR) ke 6

Sidang Plenary IMO NCSDR ke 6 akan merekomendasikan proposal TSS Selat Sunda dan Selat Lombok untuk diadopsi dalam Sidang IMO Marime Safefy Committee (MSC) ke 101 pada Juni 2019 yang lalu

Dalam Experts Group on Ship Routeing kedua proposal TSS Indonesia dibahas secara bergiliran dimulai dari TSS di Selat Sunda yang dilanjutkan dengan TSS di Selat Lombok. Ini merupakan prestasi bagi Indonesia karena mampu mengawal dan mempertahankan kedua proposal TSS tersebut di Expert Group dalam satu hari.

Keberhasilan tersebut juga dipengaruhi oelh strategi Indonesia yang melakukan pendekatan dan lobi untuk mendapatkan dukungan negara anggota IMO dengan mensponsori coffee break dan menampilkan video feature TSS di sela sidang NCSR ke 6 serta melakukan pertemuan informal dengan negara anggotsa IMO

Keberhasilan untuk mempertahankan proposal TSS di kedua Selat tersebut mendapatkan pujian dari negara negara anggota IMO yang hadir dalam Experto Group serta dijadikan contoh bagi neagara- negara lain dalam mengajukan proposal  TSS ke IMO. Demikian penjelasan Basar Antonius Direktur Kenavigasian Ditjen Perhubungsan          Laut           Kementerian Perhubungan.

Setelah ditetapkannya TSS Selat Sunda dan Selat Lombok Pemerintah Indonesia masih memiliki kewajiban yang harus dilaksanakan antara lain melakukan pemenuhan sarana dan prasarana penujang keselamatan pelayaran di area TSS yang telah ditetapkan.

Sarana-sarana tersebut meliputi VTS, Stasiun Radio Pantari (SROP), Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) serta peta

elekronik yang up to date dan menjamin operational dari perangkat perangkat penunjang keselamatan pelayaran tersebut selama 24 jam 7 hari.

Pemeritah Indonesia juga wajib mempersiapkan regulasi, baik lokal maupun nasional terkait dengan operasional maupunb urusan teknis dalam rangka menunjang keselamatan palyaran di TSS yang telah ditetapkan, serta melakukan kordinasi dan konsolidasi dinegara para instansi dan stakeholder terkait dnegan penetapan TSS tersebut.

Indonesia mengajukan TSS untuk memastikan keselamatan perlindungan lingkungan maritim, dan keamanan serta pertumbuhan ekonomi juga tentang penyediaan barang-barang internasional.

TSS di kedua selat berfungsi untuk memastikan keselamatan dan keamanan. Pada 2018 jumlah pelayaran di Selat Lombok kurang lebih 40.000 kapal dan di Selat Sunda lebih kurang 50.000 kapal. Jumlah itu akan terus bertambah meningkat selama bertahun-tahun didepan.

Dengan adanya TSS Selat Sunda dan Selat Lombok diharapkan dapat mengurangi jumlah kejadian atau kecelakaan laut di kedua selat tersebut dengan memisahkan arus lalu lintas yang berlawanan di wilayah tersebut

Untuk negara kepulauan seperti Indonesia dengan jumlah pulau 17.504 pulau, keselamatan bukanlah plilihan tetapi suatu keharusan.

Selain itu TSS dikedua selat juga berfungsi untuk memastikan pertumbuhan ekonomi di sektor maritim. Selat Sunda menghubungkan dua dari lima pulau terbesar di Indonesia. TSS menghubungkan pulau Jawa dengan lebih dari 140 juta orang dengan Pulau Sumatra dengan lebih dari 50 juta orang.

Selain dengan itu, pengajuan TSS Indonesia tersebut merupakan penjabaran dari Visi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tentang Poros Maritim yaitu Kebijakan Kelautan Nasional Indonesia untuk berperan aktif dalam organisasi internasional dan khususnya di sektor maritim

Departemen            Perhubungan            telah menganggarkan lebih dari usd 20 juta dalam tiga tahun ke depan untuk meningkatkan peralatan utama di kedua selat tersebut, termasuk Vessel Trafic Services (VTS) dan pelatihan bagi peningkatan kompetensi para petugas.

10 NAMA SELAT DI INDONESIA YANG PALING POPULER
 
1. Selat Bangka menghubungkan antara Pulau Bangka dan Pulau Sumatra
2. Selat Bali menghubungkan antara Pulau Jawa dan Pulau Bali
3. Selat Karimata, menghubungkan antara Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan
4. Selat Lombok, menghubungkan Pulau Lombok dan Pulau Bali
5. Selat Madura, menghubungkan antara Pulau Jawa dan Pulau Madura
6. Selat Malaka, menghubungkan antara Pulau Sumatera dan Malaysia
7. Selat Makassar, menghubungkan antara Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi
8. Selat Sumba, meghubungkan antara Sumba dan Pulau Flores
9. Selat Sunda,menghubungkan antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatra
10Selat Yapen, menghubungkan antara Palau Yapen dan Pulau Biak.

Empat dari antaranya yaitu Selat Malaka, Selat Makassar, Selat Sunda dan Selat Lombok adalah kelas Selat dunia.

Dimana Pemerintah telah berhasil menjadikan Selat Sunda dan Selat Lombok jadi toll laut.

47 DAFTAR NAMA SELAT DI INDONESIA BESERTA LOKASINYA
 
1. Selat Alas ada diantara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa
2. Selat Alor, ada diantara Pulau Lombleum dengan Pulau Pantar
3. Selat Badung, ada diantara Pulau Bali dengan Pulau Nusa Penida
4. Selat Bali, ada diantara Pulau Bali dan Pulau Jawa
5 Selat Bangka, ada diantara Pulau Bangka dan Proviinsi Sumatra Selatan
6. Selat Batahai,ada diantara Pulau Moyo dan Provinsi Nusa Tenggara Barat
7. Selat Bengkala ada diantara bagian selatan Pulau We dengan Banda Aceh
8 . Selat Bengkalis,ada diantara Pulau Bengkalis dan Provinsi Riau
9. Selat Berhala, ada diantara Pulau Lingga di Provinsi Riau
10.Selat Bunga Laut ada diantara Pulau Siberut dan Pulau Sipora
11. Selat Dampier, ada diantara Pulau Gam dengan Pulau Batanta
12. Selat Dumai, ada diantara bagian Selatan Pulau Rupat Prove Riau
13. Selat Durian, ada diantara bagian Timur Pulau Kunduran Provinsi Riau
14. Selat Gaspar, ada diantara Pulau Bangka dengan Pulau Belitung.
15. Selat Karimata, ada diantara Pulau Sumatra dengan Pulau Kalimantan
16. Selat Lewotobi, ada diantara bagian barat Pulau Solor Provinsi Nusa Tenggara Timur.
17. Selat Lembeh, ada diantara bagian utara Pulau Lembeh
18. Selat Likunang, ada diantara bagian selatan Pulau Telisei
19. Selat Lintah, ada diantara Pulau Rincah dengan Pulau Komodo
20. Selat Lombok, ada diantara Pulau Bali dengan Pulau Lombok

21. Selat Madura, ada diantara Pulau Jawa dengan Pulau Madura
22. Selat Makassar ada diantara Pulau Kalimantan dengan Pulau Sulawesi
23. Selat Malaka, ada diantara Pulau Sumatra dan Malaysia
24. Selat Manipa ada diantara Pulau Buru dengan Pulau Ambon
25. Selat Ombai, ada diantara Kepulauan Alor dengan Pulau Timor
26. Selat Panaitan, ada diantara bagian Pulau Panaitan (Provinsi Jawa Barat)
27. Selat Panjang, ada diantara bagian selatan Pulau Padang Provinsi Riau
28. Selat Pantar, ada diantara Pulau Pantar dengan Pulau Alor
29. Selat Patinti,ada diantara Pulau Bacan dengan Pulau Makian
30. Selat Peleng, ada diatara bagian barat Pulau Peleng Provinsi Sulawesih Tengah
31. Selat Raas, ada diantaara Pulau Sapudi dengan Pulau Raas
32. Selat Riau, ada diantara bagian selatan Pulau Bintan Provinsi Riau
33. Selat Roti, ada diantara Pulau Roti dengan Pulau Semau Provinsi Nusa Tenggara Timur
34. Selat Rupat, ada diantara Pulau Rupat Provinsi Riau
35. Selat Salabangka, ada diantara bagian timur provinsi Sulawesi Tenggara
36. Selat Sanding, ada diantara bagian selatan Pulau Pagai
37. Selat Sapudi, ada diantara Pulau Madura dengan Pulau Sapudi
38. Selat Selayar, ada diantara Pulau Selayar Provinsi Sulawesi Selatan
39. Selat Siberut, ada diantara Pulau Siberut dengan Pulau Tanah Bala
40. Selat Sikakap, ada diantara Pulau Pagai Provinsi Sumatra Barat
41. Selat Sipora, ada diantara Pulau Sipora dengan Pulau Pagai
42. Selat Sumba, ada diantara Pulau Pulau Flores dengan Pulau Sumba
43. Selat Sunda, ada diantara Pulau Sumatra dengan Pulau Jawa
44, Selat Tioro, ada diantara bagian utara Pulau Muna Provinsi Sulawesi Tenggara
45.,Selat Ujung,ada diantara bagian timur Pulau Sebuku Kalimantan Timur
46. Selat Wowoni,ada diantara bagian Barat Pulau Wowoni Provinsi Sulawesi Tenggara
47. Selat Yapen, ada diantara Pulau Yapen dengan Pulau Biak,

Dimana 4 diantaranya telah mendunia, dan 10 diantaranya sangat populer dan 2 diantara sudah masuk TSS

Selat-selat ini dapat menghasilkan energi listrik seperti 10 selat doi NTB-NTT bisa menghasilklan listik 3000 MW.

Di Indonesia aliran arus laut akibat pasang surut menyimpan energi hidro-kinetik yang dapat dikonversi menjadi daya listrik alirannya. Misalnya di NTT dan NTB sembilan diantara 10 selat di wilayah perairan daerah ini yang diperkirakan mimiliki arus laut cukup kuat adalah Selat Alas, Selat Sape, Selat Lintah, Selat Molo,. Selat Flores, Selat Boleng, Selat Lamakera, Selat Pantar, dan Selat Alor. Demikian juga laut dan selat yang lain di Indonesia dapat dikonversikan jadi tenaga listrik.

JUMLAH SUNGAI DI INDONESIA

Jumlah sungai di Indonesia adalah 333 Sungai dan tercatat 10 sungai terpanjang

Salah satu bentuk kenampakan alam yang ada di bumi adalah sungai. Sungai yang menjadi tempat aliran air ini mempunyai manfaat bagi kehidupan manusia, terutama dalam mengalirkan air dari bagian bumi ke bagian bumi lainnya. Indonesia termasuk kaya akan sungai. Ada 333 sungai yang bisa ditemukan di Indonesia, mulai yang pangjangnya hingga seribuan kilometer atau ratusan kilometer atau sungai yang panjangnya hanya puluhan kilometer saja.

Portal-ilmu com telah berhasil mengiventarisasikan 333 nama sungai itu di seluruh Indonesia beserta lokasinya. Dan

tercatat 10 sungai dari 333 itu sebagai sungai terpanjang seperti dapat dilihat  dalam daftar di bawah ini.

  1. Sungai Kapuas panjang 1143 km yang berlokasi di Kalimantan Barat, merupakan sungai terpanjang di Indonesia
  2. Sungai Mahakam,panjang 920 km, yang berlokasi di Kalimantan Timur yang terpanjang kedua di Indonesia
  3. Sungai Barito, dengan panjang 909 km, yang berlokasi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan terpanjang ketiga
  4. Suigai Batanghari, dengan panjang 800 km yang berlokasi di Sumatra Barat dan Jambi terpanjang keempat
  5. Sungai Musi, dengan panjang 750 km, yang berlokasi di Sumatera Selatan terpanjang kelima
  6. Sungai Memberamo, dengan panjang 670 km yang berlokasi di Pulau Papua yang terpanjang keenam
  7. Sungai Bengawan Solo dengan panjang, 548 km yang berlokasi di Jawa Tengah dan Jawa Timur terpanjang ketujuh
  8. Sungai Digul,panjang 525 km, yang berlokasi di Pulau Papua terpanjang kedelapan
  9. Sungai Indragiri, panjang 500 km yang berlokasi di Provinsi Riau, sebagai terpanjang kesembilan

10. Sungai Seruyan panjang 350 km yang berlokasi di Kalimantan Tengah sebagai sungai terpanjang kesepuluh Semua sungai ini berpotensi untuk mengembangkanenergi, lokasi pariwisata, dan mengembangkan budi daya ikan.

Bukan hanya sungai terpajang ini juga sungai yang lebih pendek seperti sungai Asahan yang mempunyai tangga air terjun telah dimanfaatkan sebagai penggerak lstrik dan pusat Perusahaan Negara Inalum.

Pemanfaatan sungai ini jadi sumber energi diserahkan pada keaktifan BPPT untuk mengadakan research.

LUAS DARATAN INDONESIA

Luas   wilayah  Indonesia  7  081  369  km2,

dimana luas lautnya 5 076 800 km2 dan luas

daratannya 1 904 569 km2 dan panjang pantainya 81 497 km atau lebih dari dua kali keliling bumi di ekuartor (keliling bumi 40 000 km)

Di Asia Indonesia menduduki tempat pertama berdasarkan luas wilayah demikian juga kekayaan alamnya. Namun daratannya menduduki urutan keempat setelah RRC, India dan Saudi Arabia dan dibandingkan dengan negara-negara di dunia luas daratan Idonesia menduduki urutan ketiga belas dan penduduknya menempati urutan keempat dibawah Tiongkok,Amerika Serikat dan Italia (dulu Uni Soviet ). Di daratan Indonesia telah dikelola banyak badan usaha dan eksploitasi pertambangan gas bumi, emas, tembaga,nikel, perkebunan kelapa sawit, karet dan lain lain dan investasi makin berkembang berkat kebijakan pemerintah membuka investasi asing memasuki Indonesia.

JUMLAH GUNUNG GUNUNG DI INDONESIA. DAN 10 DIANTARANYA FAVORIT UNTUK PENDAKIAN DAN PARIWISATA

No.                Lokasi Jumlah Gunung Jumlah Pegunungan
 
1.                   Papua 14 3
2.                   Kalimantan 48 4
3.                   Sulawesi 65
4.                   Sumatera 33 1
5.                    Jawa 153 13
 
Total 313 21

Gunung adalah bisa diindentifikasi secara fisik, sedang pegunungan adalah gugusan seperti Pegunungan Bukit Barisan di Sumatera Utara, Pegunungan Sewu di Pulau Jawa, dan Pegunungan Kapuas Hulu di Kalimantan, serta pegunungan  Jayawijaya di Papua

Mendaki gunung adalah suatu sekmen yang menarik sebagai point menarik dalam kepariwisataan, Di Indonesia ada 10 gunung tertinggi yang cocok untuk para pendaki.

  1. Gunung Puncak Jaya Wijaya

Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Indonesia dengan tinggi 4884 m terletak di Provinsi Papua dengan nama Carstensz Pyramid dimana dipuncaknya terdapat salju abadi

  • Gunung Kerinci

Ketinggian 3805 m terletak di Pulau Sumatera dan gunung ini masih gunung berapi aktif. Namun mempunyai panorama alam yang sangat indah,Gunung tertinggi kedua di Indonesia

  • Gunung Rinjani

Gunung yang terletak di pulau Lombok, NTB. Gunung ini menyajikan pemandangan yang indah karena terdapat padang rumput yang luas dan hutan tropis. Gunung ini mempunyai ketinggian 3762 m, dan dikelilingi oleh Taman Nasional Lombok. Gunung tertinggi ke tiga di Indonesia

  • Gunung Semeru

Dengan ketinggian 3676m adalah gunung tertinggi keempat terletak di Jawa Timur dikenal sebagai Mahameru. Pulau ini adalah yang tertinggi di Pulau Jawa

  • Gunung Sanggar

Gunung ini terletak di Nusa Tenggara Barat dengan ketinggian 3564 m gunung kedua tertinggi setelah gunung Rinjani di Provinsi

Nusa Tenggara Barat, dan gunung tertinggi ke lima di Indonesia

  • Gunung Latimojong

Dikenal juga dengan nama Bulu Rantemario, gunung ini memiliki ketinggian 3478 m Gunung ini berlokasi di Sulawesi Selatan 10 jam pendaki harus menghabiskan waktu dari Kota Makassar Gunung tertinggi keenam di Indonesia

  • Gunung Slamet

Gunung ini mempunyai ketinggian 3478 salah satu gunung yang masih aktif dan  telah tercatat meletus 42 kali. Gunung ini terletak di Jawa Tengah. Gunung tertinggi ketujuh di Indonesia

  • Gunung Sumbing

Gunung tertinggi ke delapan dengan ketinggian 3371 m. Terdapat tiga jalur pendakian yakni jalur cepit parakan, jalur bogowongso dan jalur desa garung

  • Gunung Raung

Dengan ketinggian 3344 m terletak di tiga daerah yakni Bondowoso, Jember dan Banyuwangi merupakan gunung tertinggi kesembilan

  1. Gunung Ciremai

Gunung dengan ketinggian 3078 m terletak di Jawa Barat merupakan gunung tertinggi kesepuluh di Indonesia atau tertinggi di Jawa Barat

Konklusi

Dari sudut pandang gatra ketiga yaitu Gatra Geographis Indonesia memiliki kekayaan yang melimpah, daerah pariwisata yang terindah di dunia dan bisa dikatakan the paradise in the east, mengandung harta karun yang melimpah, dan menjadi the center of gravitity untuk poros kemaritiman dunia.

Share This